URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tanah longsor yang terjadi di jalur alternatif penghubung antara Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur dengan Desa Mranggen, Kabupaten Demak semakin meluas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meluas Hingga 16 Hektare, Warga Sekitar Lokasi Longsor di Kalongan Diminta Mengungsi

Meluas Hingga 16 Hektare, Warga Sekitar Lokasi Longsor di Kalongan Diminta Mengungsi

Meluas Hingga 16 Hektare, Warga Sekitar Lokasi Longsor di Kalongan Diminta Mengungsi

featured-img

UNGARAN – Tanah longsor yang terjadi di jalur alternatif penghubung antara Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur dengan Desa Mranggen, Kabupaten Demak semakin meluas. Hal itu diakibatkan tanah di sekitar lokasi longsor semakin tergerus air memasuki musim penghujan seperti saat ini.

Informasi yang didapat dari Kepala Desa Kalongan Yarmuji, luas longsoran bertambah hingga mencapai 16 hektare. Bahkan retakan tanah mulai mendekati area permukiman warga.

“Kami menyarankan kepada warga yang rumahnya dekat lokasi longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya saat ditemui di Ungaran, Senin (24/10/2022).

Dijelaskan Yarmuji, sebagai langkah tanggap darurat bencana pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga khususnya yang tinggal di zona rawan sejauh 100 hingga 130 meter dari lokasi longsor.

“Terutama saat hujan deras, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan diri jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, pihaknya telah melakukan penutupan lokasi longsor secara permanen menggunakan palang besi, mengingat risiko tinggi dan bisa mengakibatkan kecelakaan. Meski demikian diakuinya, masih terdapat sejumlah warga yang melintas bahkan menanam di kebun yang terdampak longsor.

“Sebenarnya kami sudah melarang, tapi warga inisiatif sendiri nekat menanam singkong. Kami terus mengimbau warga untuk menghindari lokasi longsor karena risiko tinggi,” paparnya.

Sampai saat ini, pergerakan tanah di lokasi longsor itu masih terus terjadi meski dengan skala kecil. Hasil kajian geologi menyimpulkan jika longsor yang terjadi dalam kategori ‘very deep’ karena memiliki kedalaman sekitar 50 meter dengan panjang 200 meter.

“Jadi batuan dalam struktur tanahnya adalah batuan rapuh, sehingga rawan ambles dan puncaknya pada Februari 2022 lalu,” sambungnya.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang sempat meninjau lokasi longsor beberapa waktu, mengingatkan masyarakat agar tidak nekat melintasi jalan amblas yang sudah ditutup. Ia meminta masyarakat bisa mengakses jalan alternatif yang telah disiapkan Pemkab Semarang.

“Sudah disiapkan jalur alternatifnya. Dari pemkab sudah disiapkan dari APBD Perubahan mudah-mudahan tahun ini bisa dikebut,” bebernya. (win)

 

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga