RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mengaku Kecewa, Pria Asal Pabelan Nekat Curi Bebek di Kauman Kidul

Mengaku Kecewa, Pria Asal Pabelan Nekat Curi Bebek di Kauman Kidul

Mengaku Kecewa, Pria Asal Pabelan Nekat Curi Bebek di Kauman Kidul

Dua tersangka pencurian bebek saat memberikan keterangan didepan Kapolres Salatiga Indra Mardiana

Karena mencuri Bebek, dua pemuda asal Pabelan di tangkap jajaran Satreskrim Polres Salatiga. Keduanya mencuri bebek disebuah kandang yang terletak di Kampung Legok Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, Selasa (7/7/2022), pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kedua tersangka tersebut Muhamad Zainudin (29) dan Herwanto (29) warga dikecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana didampingi Kasi Humas IPTU Henri Widyoriani, saat menggelar konferensi pers di pendopo mapolres mengatakan, penangkapan pelaku setelah adanya laporan dari pemilik bernama Anggi Nurega (23) Benggol RT 002 RW 004 Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Pelaku melakukan pencurian dengan cara melompat pagar rumah dan masuk lewat jendela.

“Pencurian itu kali pertama diketahui oleh korban pada saat ke kandang bebek miliknya untuk mengambil telor. Korban terkejut karena didapati bebek miliknya telah berkurang dari jumlah sebelumnya,”kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, melihat itu kemudian korban memberitahukan kepada saksi Muh Kharis dan melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pengecekan bebek milik korban hilang 27 ekor.

Selanjutnya, korban mendapat informasi dari saksi Nur yang menyebutkan bahwa pada Senin tanggal 06 Juni 2022 sekitar Pukul 20.00 wib didapati dua orang laki – laki telah menjual bebek sebanyak 27 ekor.

“Selanjutnya korban mengadukan peristiwa tersebut ke Polres Salatiga. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa 27 ekor bebek ditafsir Rp.2 juta 700,”jelas Kapolres.

Tersangka saat digelandang kemapolres

Sementara itu, Zainudin pelaku pencurian mengaku telah menjual bebek hasil curianya seharga Rp 50 ribu per ekor.”Bebek hasil curian baru 10 yang dijual. Sedangkan 17 ekor belum dijual,”katanya.

Sementara itu saat wartawan peliput Polres Salatiga menanyakan bagaimana perasaan tersangka usai ditangkap Polisi, tersangka dengan santai menjawab”Saya kecewa,”

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran