URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
JM (24), warga Dusun Sukorejo, Desa Bakalrejo, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di pohon jati di belakang rumahnya pada Kamis (26/9/2024) sore. Peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh ibu korban, Samroti (59), yang histeris saat melihat anaknya menggantung ketika hendak ke kamar mandi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Miris! Ibu Di Susukan Temukan Anaknya Gantung Diri Di Pohon Jati, Diduga Dipicu Masalah Asmara

Miris! Ibu Di Susukan Temukan Anaknya Gantung Diri Di Pohon Jati, Diduga Dipicu Masalah Asmara

Miris! Ibu Di Susukan Temukan Anaknya Gantung Diri Di Pohon Jati, Diduga Dipicu Masalah Asmara

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah gantung diri pada sebuah pohon jati di Dusun Sukorejo, Desa Bakalrejo, Susukan, Kamis (26/9/2024) sore. Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Nasib tragis dialami oleh JM (24), warga Dusun Sukorejo, Desa Bakalrejo, Susukan, Kabupaten Semarang. Ia ditemukan tak bernyawa dalam keadaan menggantung pada sebuah pohon jati di belakang rumahnya, Kamis (26/9/2024) sore.

Kejadian ini kali pertama diketahui oleh Samroti (59), yang tak lain merupakan ibu kandung korban, saat hendak pergi ke kamar mandi yang terletak di belakang rumahnya. Ia kemudian berteriak histeris dan membuat suami serta beberapa warga sekitar mendatanginya.

“Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya tidak menyadari siapa yang tergantung, namun setelah didekati dan dicek ternyata anak bungsunya,” ungkap Kapolsek Susukan AKP Sarmito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2024).

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat yang diteruskan kepada Polsek Susukan. Petugas yang datang ke lokasi mendapati korban telah dievakuasi oleh pihak keluarga dibantu warga.

Polsek Susukan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Susukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban. Hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dugaan awal korban murni meninggal akibat bunuh diri,” lanjutnya.

Sementara dari keterangan pihak keluarga dan rekan korban, diketahui sehari-hari korban bekerja sebagai buruh. Dugaan awal, korban nekat bunuh diri karena dipicu masalah asmara.

“Atas permintaan dari pihak keluarga, tidak dilakukan autopsi sehingga jenazah langsung dimakamkan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebuah truk trailer bermuatan baja sekitar 65 ton mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Kali Bodri, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026) dini hari. Kendaraan yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya itu menabrak pelindung pilar jembatan diduga akibat pengemudi mengalami microsleep karena kelelahan. Tidak ada korban jiwa, namun truk dan struktur pengaman jembatan mengalami kerusakan.
Diduga Kejar Waktu dan Alami Microsleep, Truk Angkut 65 Ton Baja Hantam Pilar Jembatan Kali Bodri Kendal
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam DEMFASNA menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat Silaturahmi Nasional di UIN Salatiga, Kamis (18/6/2026). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program prioritas agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program
Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.
Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan