KABAR RASIKA

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Foto: Dok. BPJS

Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk memperkuat sistem pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK). Dalam rangka mengevaluasi kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Ungaran mengadakan monitoring dan evaluasi capaian KBK yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan perwakilan Asosiasi Fasilitas Kesehatan lainnya serta Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) di wilayah Kabupaten Semarang, Kamis (24/08).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Abdul Azis mengatakan terdapat 3 indikator yang diterapkan sebagai Upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN di FKTP. Adapun indicator tersebut adalah indicator angka kontak, indicator rasio non spesialistik, dan idndikator rasio peserta prolanis terkendali.

Azis menerangkan, untuk masing-masing indikator terdapat target capaian, untuk indikator angka kontak target capaiannya adalah ≥150‰ perbulan, indikator rasio rujukan non spesialistik target capaiannya adalah ≥2%, serta indikator rasio peserta prolanis terkendali dengan target sebesar ≥ 5%.

“Dengan diadakan monitoring dan evaluasi KBK pada hari ini, kami memohon dukungan dari para pemangku kepentingan untuk berupaya dalam peningkatan mutu pelayanan di FKTP khususnya di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran sehingga dapat memberikan tingkat kepuasan yang baik terhadap peserta JKN yang mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan (faske),” ujar Azis.

Ia juga menyampaikan beberapa harapan kepada seluruh FKTP di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang ungaran untuk lebih memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi P-Care untuk melakukan entry data dengan integritas tinggi sehingga data tersebut benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi pasien yang berobat di FKTP. Selain itu FKTP juga diminta untuk melaksanakan telekonsultasi (konsultasi online) dengan peserta JKN melalui Aplikasi Mobile JKN, dengan melakukan telekonsultasi FKTP dapat terhitung sebagai capaian angka kontak dalam capaian KBK.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta FKTP untuk mengoptimalkan pelayanna promotif preventif khususnya dalam hal pengisian skrining riwayat kesehatan dan pemantauan status kesehatan peserta prolanis.

“Bertepatan dengan bulan skrining nasional pada bulan Agustus ini kami mohon dukungan dari Bapak Ibu pemangku kepentingan untuk menyampaikan kepada FKTP dalam menyiadakan pojok skrining untuk memberikan edukasi kepada peserta dalam pengisian skrining riwayat kesehata,” kata Azis.

Terkait akan diadakannya pelaksanaan rekredensialing untuk perjanjian kerjasama (PKS) anatara FKTP dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mendatang, Azis juga mengingatkan kepada pemangku kepentingan agar disampaikan kepada FKTP untuk mempersiapkan persyaratan administrasi yang meliputi Surat Ijin Operasional (SIO), Surat Ijin Praktik (SIP) tenaga kesehatan yang berpratik, PKS dengan jejaring, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi atau badan bagi klinik, surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan program JKN dan sertifikat akreditasi.

Selain persyaratan administrasi, terdapat persyaratan teknis yang harus dipersiapkan FKTP, diantaranya adalah sumber daya manusia, kelengkapan sarana prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen faskes dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Kepala Pelayanan Kesehatan, Kusworo Yulianto yang turut hadir mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang memberikan dukungan terhadap tercapainya KBK pada FKTP khususnya di wilayah Kabupaten Semarang.

“Saya akan mengingatkan dan menghimbau kepada FKTP untuk memenuhi indikator yang dapat mendukung capaian KBK di masing-masing FKTP wilayah Kabupaten Semarang,” ujar Kusworo.

Dirinya juga akan menyampaiakan kepada para pimpinan FKTP di wilayah Kabupaten Semarang untuk saling berkoordinasi dengan jajarannya dalam mempersiapkan persyaratan kegiatan rekredensialing yang akan dilakukan BPJS Kesehatan agar pada pelaksanaannya tidak terjadi kendala. (red/hrs/am)

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan 31 Asuransi Kesehatan Tambahan
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang yang belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), serta terbatasnya sosialisasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah daerah mendorong perbaikan layanan perizinan dan penyediaan informasi investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan
Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang...
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan...
Makutarama Padel Cup 2026 Resmi Ditutup, Bidik Lahirnya Atlet Berprestasi
Makutarama Padel Cup 2026 Resmi Ditutup, Bidik Lahirnya Atlet Berprestasi
026 di Padel Beans, Salatiga, Jawa Tengah. Ajang ini menjadi wadah kompetisi, mempererat silaturahmi, dan memperluas jejaring komunitas padel. Selain mendorong budaya hidup sehat, turnamen tersebut diharapkan...
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
Polres Semarang menyiapkan hampir 500 personel melalui Operasi Aman Desa 2026 untuk mengantisipasi gangguan keamanan menjelang Pilkades serentak di Kabupaten Semarang pada 14 Desember 2026. Kepolisian...
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui...
Muat Lebih

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]