RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Monitoring dan Evaluasi Capaian KBK oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Dalam Rangka Mengevaluasi Kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Foto: Dok. BPJS

Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk memperkuat sistem pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK). Dalam rangka mengevaluasi kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Ungaran mengadakan monitoring dan evaluasi capaian KBK yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan perwakilan Asosiasi Fasilitas Kesehatan lainnya serta Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) di wilayah Kabupaten Semarang, Kamis (24/08).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Abdul Azis mengatakan terdapat 3 indikator yang diterapkan sebagai Upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN di FKTP. Adapun indicator tersebut adalah indicator angka kontak, indicator rasio non spesialistik, dan idndikator rasio peserta prolanis terkendali.

Azis menerangkan, untuk masing-masing indikator terdapat target capaian, untuk indikator angka kontak target capaiannya adalah ≥150‰ perbulan, indikator rasio rujukan non spesialistik target capaiannya adalah ≥2%, serta indikator rasio peserta prolanis terkendali dengan target sebesar ≥ 5%.

“Dengan diadakan monitoring dan evaluasi KBK pada hari ini, kami memohon dukungan dari para pemangku kepentingan untuk berupaya dalam peningkatan mutu pelayanan di FKTP khususnya di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran sehingga dapat memberikan tingkat kepuasan yang baik terhadap peserta JKN yang mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan (faske),” ujar Azis.

Ia juga menyampaikan beberapa harapan kepada seluruh FKTP di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang ungaran untuk lebih memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi P-Care untuk melakukan entry data dengan integritas tinggi sehingga data tersebut benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi pasien yang berobat di FKTP. Selain itu FKTP juga diminta untuk melaksanakan telekonsultasi (konsultasi online) dengan peserta JKN melalui Aplikasi Mobile JKN, dengan melakukan telekonsultasi FKTP dapat terhitung sebagai capaian angka kontak dalam capaian KBK.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta FKTP untuk mengoptimalkan pelayanna promotif preventif khususnya dalam hal pengisian skrining riwayat kesehatan dan pemantauan status kesehatan peserta prolanis.

“Bertepatan dengan bulan skrining nasional pada bulan Agustus ini kami mohon dukungan dari Bapak Ibu pemangku kepentingan untuk menyampaikan kepada FKTP dalam menyiadakan pojok skrining untuk memberikan edukasi kepada peserta dalam pengisian skrining riwayat kesehata,” kata Azis.

Terkait akan diadakannya pelaksanaan rekredensialing untuk perjanjian kerjasama (PKS) anatara FKTP dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mendatang, Azis juga mengingatkan kepada pemangku kepentingan agar disampaikan kepada FKTP untuk mempersiapkan persyaratan administrasi yang meliputi Surat Ijin Operasional (SIO), Surat Ijin Praktik (SIP) tenaga kesehatan yang berpratik, PKS dengan jejaring, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi atau badan bagi klinik, surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan program JKN dan sertifikat akreditasi.

Selain persyaratan administrasi, terdapat persyaratan teknis yang harus dipersiapkan FKTP, diantaranya adalah sumber daya manusia, kelengkapan sarana prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen faskes dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Kepala Pelayanan Kesehatan, Kusworo Yulianto yang turut hadir mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang memberikan dukungan terhadap tercapainya KBK pada FKTP khususnya di wilayah Kabupaten Semarang.

“Saya akan mengingatkan dan menghimbau kepada FKTP untuk memenuhi indikator yang dapat mendukung capaian KBK di masing-masing FKTP wilayah Kabupaten Semarang,” ujar Kusworo.

Dirinya juga akan menyampaiakan kepada para pimpinan FKTP di wilayah Kabupaten Semarang untuk saling berkoordinasi dengan jajarannya dalam mempersiapkan persyaratan kegiatan rekredensialing yang akan dilakukan BPJS Kesehatan agar pada pelaksanaannya tidak terjadi kendala. (red/hrs/am)

BACA JUGA :

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Copet 6 HP saat Konser Berlangsung, RK Diamankan
Copet 6 HP saat Konser Berlangsung, RK Diamankan
Polres Salatiga mengamankan RK (19) yang diduga terlibat pencurian telepon genggam dengan modus copet saat konser Lokaria Market Salatiga 2026 di GOR Tennis Indoor Kridanggo, Minggu (13/9/2026) sekitar...
Belasan Ribu Kucing dan Anjing di Kabupaten Semarang Jadi Sasaran Pencegahan Rabies
Belasan Ribu Kucing dan Anjing di Kabupaten Semarang Jadi Sasaran Pencegahan Rabies
Dispertanikap Kabupaten Semarang menyiapkan 600 dosis vaksin anti-rabies bagi hewan penular rabies di sejumlah Puskeswan dan TPKH, Rabu (16/9/2026). Langkah pencegahan dilakukan karena Kabupaten Semarang...
Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi
Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi
Keributan melibatkan sejumlah anak punk dan warga di depan SPBU Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/9/2026) sore, setelah teguran penjual cilok memicu perselisihan. Polisi mengamankan 11 anak punk...
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto...
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 15 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Observasi di Semarang pukul 05.00 WIB mencatat suhu 24,4°C dan kelembapan 76%, dengan angin timur 3 km/jam. Kondisi musim kemarau juga meningkatkan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan.
15 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 15 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Observasi di Semarang pukul 05.00 WIB mencatat suhu 24,4°C dan kelembapan 76%,...
Muat Lebih

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang