URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pelaksanaan mudik dan arus balik di Jawa Tengah berjalan lancar. Bahkan sampai dengan hari ini, Ganjar melihat suasana arus balik masih terjadi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mudik dan Arus Balik Lancar, Ganjar: Overall Baik, Yang Marah-marah Tidak Banyak

Mudik dan Arus Balik Lancar, Ganjar: Overall Baik, Yang Marah-marah Tidak Banyak

Mudik dan Arus Balik Lancar, Ganjar: Overall Baik, Yang Marah-marah Tidak Banyak

featured-img

Semarang – Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pelaksanaan mudik dan arus balik di Jawa Tengah berjalan lancar. Bahkan sampai dengan hari ini, Ganjar melihat suasana arus balik masih terjadi.

Hal itu disampaikan Ganjar usai mengecek situasi di Stasiun Poncol Semarang, Senin (9/5). Tampak suasana arus balik masih terjadi dan Ganjar melihat pihak PT KAI dapat mengatur dengan baik.

“Kita cek di kereta api, bagus dan tertib. Tidak penuh jadi artinya semua bisa terangkut dengan baik. Hari ini arus baliknya masih terasa, ya lancar lah kita senang melihat kondisi yang ada ini,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR itu juga menyampaikan terimakasih pada jajaran kepolisian dan TNI yang telah menjaga kelancaran dan keamanan. Sehingga masyarakat bisa nyaman melaksanakan mudik dan arus balik.

“Teman-teman di kabupaten kota ada ormas semua ikut menjaga, dinkes siaga, tempat pariwisata dijaga. Alhamdulillah lah bisa berjalan,” katanya.

Ganjar tak menampik masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan mudik dan arus balik. Untuk itu juga, Ganjar mewakili seluruh pihak meminta maaf kepada masyarakat.

“Sampai dengan hari ini yang marah-marah tidah terlalu banyak, bahwa ada beberapa masalah dan kasus pasti tidak bisa dihindari, mungkin itu karena kesalahan kita bisa juga karena ketidakdisiplinan yang ada di situ maka tentu kita minta maaf,” ujarnya.

Kepada masyarakat yang melaksanakan arus balik, Ganjar meminta agar tidak tergesa-gesa. Apalagi pemerintah juga memberikan kebijakan kelonggaran selama sepekan ke depan.

“sekarang tinggal pulang, nggak usah tergesa-gesa. pemerintah mengijinkan. apalagi yang pns boleh work from maka satu minggu bisa diatur terutama pelajar agar orangtua mengatur,” katanya.

Ganjar juga mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas. Selain mencegah terkena Covid-19, kata Ganjar, juga mewaspadai hepatitis misterius yang sedang muncul.

“Titipan saya tetap prokesnya dijaga, gitu aja. Karena itu yang paling penting, karena kita dikagetkan lagi dengan cerita hepatitis yang masih misterius pada anak,” tegasnya.

Saat meninjau di Stasiun Poncol, Ganjar secara langsung menyampaikan terima kasih pada aparat kepolisian dan TNI yang telah berjaga selama 24 jam.

“Polisinya jaga 24 jam, tni-nya bantu. Tempat-tempat keramaiannya terjaga ini sama kawan-kawan dari brimob, terimakasih,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan