KABAR RASIKA

Muhammadiyah Jateng Cetak Ratusan Jurnalis Baru Selama Ramadan

Muhammadiyah Jateng Cetak Ratusan Jurnalis Baru Selama Ramadan

Muhammadiyah Jateng Cetak Ratusan Jurnalis Baru Selama Ramadan

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah menggelar Pesantren Jurnalistik dalam rangkaian kegiatan bulan ramadan di BPSDMD, Semarang, Jumat-Sabtu (6-7/3/2026). Dengan mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI Hingga Videografi Mobile” itu lebih dari 100 jurnalis baru dimunculkan oleh Persyarikatan yang identik dengan gerakan pembaharuan ini.

Ketua MPI PWM Jawa Tengah Rustam Aji menjelaskan, dakwah melalui tulisan tidak kalah pentingnya dengan dakwah kultural, apalagi era digitalisasi menuntut semua kalangan terutama Gen Z mempunyai hak menjadi obyek dakwah melalui dakwah digital.

“Media punya peran penting dalam penyampaian informasi, tidak kalah penting dengan peran dai yang menyampaikan pesan kebenaran, dakwah dan menganjurkan agar menjauhi larangan. Pesantren Jurnalistik yang diikuti total 110 peserta dari MPI kabupaten/kota Se Jawa Tengah dan kader-kader muda pegiat literasi ini diharapkan bisa menggerakkan arus informasi Persyarikatan, dan tekad kami bisa mencetak jurnalis Muhammadiyah baru dari kader ini, dan Alhamdulillah bisa terealisasi lewat Pesantren Jurnalistik Tahun 2026 ini,” jelasnya melalui siaran pers.

Sementara Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang juga Pembina MPI Ustadz Wahyudi menyampaikan, pers atau media punya peran penting dalam penyampaian pesan dakwah dan menangkal berita hoaks. Berita bohong atau hoaks tidak hanya terjadi di era sekarang, namun di zaman Rosulallah SAW pun berita hoaks itu seringkali terjadi. Ada beberapa kisah yang menyebutkan di zaman nabi hoaks itu pernah terjadi, seperti istri nabi yaitu Siti Aisyah pada saat itu dikabarkan selingkuh dengan seseorang yang sebenarnya berniat menolong saat Siti Aisyah yang hilang keberadaanya saat ditandu para sahabat nabi pada saat peperangan.

“Namun setelah dilakukan klarifikasi perselingkuhan itu tidak ada, dan kabar itu diluruskan kembali. Dari itu bahaya hoaks itu memang benar-benar sudah ada sejak zaman nabi,” Tutupnya

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px