KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mutilasi di Ungaran Direka Ulang, Tersangka Peragakan 21 Adegan

Mutilasi di Ungaran Direka Ulang, Tersangka Peragakan 21 Adegan

Mutilasi di Ungaran Direka Ulang, Tersangka Peragakan 21 Adegan

Mutilasi di Ungaran Direka Ulang, Tersangka Peragakan 21 Adegan

UNGARAN – Petugas Polres Semarang melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (28/7/2022). Dalam reka ulang tersebut, pelaku Imam Sobari (32) memperagakan sebanyak 21 adegan, mulai dari rumah indekos di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang hingga lokasi pembuangan potongan tubuh.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agil Widiyas Sampurna menjelaskan reka ulang dimulai dari tersangka melakukan pembunuhan sampai dengan meninggalkan wilayah Kabupaten Semarang dan melarikan diri ke Tegal.[irp posts=”40510″ name=”Tersangka Mutilasi Palsukan Surat Nikah, Tidur Selama Tiga Hari Bersama Jasad Korban”][irp posts=”40399″ name=”Kartu ATM, Petunjuk Utama Pengungkapan Kasus Mutilasi di Ungaran”]

“Tujuannya adalah untuk menyelaraskan dan mengetahui secara langsung bahwa pelaku ini melakukan perbuatannya sesuai dengan fakta, data, barang bukti dan keterangan saksi yang kita peroleh,” ujarnya.

Dari reka adegan tersebut, diketahui pelaku melakukan aksinya di lima TKP yang berbeda. Yakni indekos korban yang merupakan lokasi pembunuhan dan mutilasi, dan empat TKP lain yang menjadi lokasi pembuangan potongan tubuh korban.

“Masing-masing di sekitar Cimory, samping pabrik PT Starwig, Sungai Wonoboyo Bergas, dan Sungai Kretek, Desa Kalongan, Ungaran Timur,” ungkapnya.

Dikatakan Agil, berdasarkan fakta tersangka dalam kondisi sadar saat melakukan pembunuhan dan mutilasi.[irp posts=”40392″ name=”Organ Dalam Milik Korban Mutilasi Dibuang ke Kloset”]

“Sejauh ini yang kami tanyakan selalu dijawab secara gamblang dan jelas oleh tersangka, artinya dalam kondisi sadar,” terangnya.

Meski demikian, Agil menambahkan pihaknya bekerjasama dengan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Semarang bagian psikologi untuk melakukan pendalaman terhadap kondisi kejiwaan tersangka. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]