KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Nekad Nyaleg, Tukang Sablon di Salatiga ini Janji akan Serahkan Gaji ke Rakyat jika Terpilih

Nekad Nyaleg, Tukang Sablon di Salatiga ini Janji akan Serahkan Gaji ke Rakyat jika Terpilih

Nekad Nyaleg, Tukang Sablon di Salatiga ini Janji akan Serahkan Gaji ke Rakyat jika Terpilih

Hari Santoso, seorang tukang sablon yang tinggal di Jalan Perkutut Klaseman Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, dengan penghasilan rata-rata Rp 3 juta per bulan, memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai calon legislatif DPRD Kota Salatiga dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil Sidomukti nomor urut 1.
Foto dok IST
Hari Santoso caleg PPP Salatiga saat berada dilokasi kerjanya

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Janji itu diungkapkan Hari Santoso (42) warga Jalan Perkutut Klaseman Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, yang setiap hari bekerja mencari rezeki sebagai tukang sablon.

Hari mengatakan, penghasilan sebagai tukang sablon rata-rata per bulan mencapai Rp 3 juta. “Naik turun segitu, kalau pas ramai bisa lebih. Tapi kalau orderan sepi, ya kurang dari jumlah itu. Pintar-pintar saja mengatur keuangan,” jelasnya, Selasa (29/1/2024).

Meski penghasilannya pas-pasan, Hari akan mengikuti kontestasi di Pemilu 2024. Dia maju sebagai caleg DPRD Kota Salatiga dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil Sidomukti nomor urut 1.

Hari mengatakan, dirinya terjun ke politik, karena ingin mengangkat kesejahteraan pelaku UMKM. “Memang ada program dari pemerintah yang sudah dijalankan, tapi saya lihat ini tidak tuntas. Sementara tantangan di bisnis UMKM ini setiap hari terus bertambah,” ujarnya.

“Tak hanya dari segi modal, produksi, promosi, packaging, tapi juga dari perkembangan zaman. Sementara sumber daya dari pelaku UMKM, baik dari manusia atau dananya, pasti terbatas. Ini harus kita motivasi terus agar berdaya dan berjaya,” kata Hari.

Selain itu, menurut Hari, semua sendi kehidupan manusia tak bisa lepas dari politik. “Dari tingkat RT, itu kan sudah politik, organisasi juga politik, termasuk juga birokrasi dan administrasi, semua politik. Kita jangan hanya menjadi alat politik, tapi juga harus paham politik agar tidak semata menjadi objek,” ujarnya.

Hari mengakui, menjadi caleg membutuhkan modal tak sedikit. Sebagai alat promosi, dia membuat kartu nama dan 100 MMT berukuran sedang yang dipasang di lokasi strategis. “Itu sesuai kemampuan saya, jadi saya pasang MMT di lokasi yang banyak orang tahu,” terangnya.

Untuk mendulang suara, Hari telah melakukan sosialisasi dan silaturahmi ke tokoh agama, tokoh masyarakat, takmir masjid, serta tokoh NU. “Selain itu juga menyasar komunitas penggemar sepeda motor, pecinta alam, musik, milenial dan Gen Z,” ungkapnya.

“Karena saya tidak memiliki uang banyak, maka saya sampaikan, jika terpilih nanti, seluruh gaji sebagai anggota DPRD akan saya serahkan ke kader dan pemilih untuk dikelola. Gaji itu bisa digunakan masyarakat untuk peningkatkan kesejahteraan,” kata Hari.

Hari mengatakan, dirinya pertama kali terjun ke politik pada 2009. Dia awalnya diajak menjadi tim sukses caleg dari Partai Demokrat. Namun sejak 2014, dirinya pindah ke PPP, mulai dari pengurus tingkat ranting hingga kini menjadi Wakil Sekretaris DPC PPP Kota Salatiga dan Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Salatiga.

“PPP di Salatiga tahun kemarin tidak punya wakil di DPRD Salatiga. Di Pemilu 2014 dan 2009, ada wakilnya dari Sidomukti, sekarang momentum untuk mengembalikan kursi PPP. Kita semua harus ingat dawuh KH. Maemoen Zubair, bahwa harus nguri-uri partai peninggalan ulama yang berazas Islam, yakni PPP,” kata Hari.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]