URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Odong-odong, kendaraan hiburan murah yang digemari oleh keluarga berpenghasilan rendah, menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat di tengah mahalnya biaya wisata dan terbatasnya ruang bermain anak. Pengemudi dan pelaku usaha kecil menjadi pihak utama yang mengoperasikan odong-odong di berbagai wilayah, baik kota maupun desa. Fenomena ini marak terjadi di lingkungan permukiman padat dan jalan umum tanpa pengawasan resmi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk hingga tahun 2025. Didorong oleh keterbatasan ekonomi dan minimnya pilihan hiburan yang terjangkau, odong-odong dianggap solusi oleh warga meski berisiko tinggi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Odong-odong, Hiburan Rakyat Yang Belum Ramah Keselamatan

Odong-odong, Hiburan Rakyat Yang Belum Ramah Keselamatan

Odong-odong, Hiburan Rakyat Yang Belum Ramah Keselamatan

Ditulis Oleh: MUHAMMAD AKBAR , Pemerhati Transportasi

Ilustrasi/ Foto :Dok./IST

Ditulis Oleh: MUHAMMAD AKBAR , Pemerhati Transportasi
Featured Image

Ketika taman bermain terlalu jauh dan rekreasi terlalu mahal, odong-odong jadi jawabannya. Tapi adakah kita bertanya, amankah mereka?

Di tengah terbatasnya akses masyarakat terhadap hiburan dan transportasi murah yang layak, mobil odong-odong hadir sebagai alternatif yang kian digemari. Baik di tengah hiruk-pikuk kota maupun kesederhanaan desa, kendaraan ini berkembang dari sekadar hiburan anak-anak menjadi sarana pelesiran murah bagi keluarga berpenghasilan rendah. Selain menjadi cara sederhana untuk melepas penat dari rutinitas, odong-odong juga memberi ruang bagi warga untuk berinteraksi dengan tetangga dan menghadirkan keceriaan bagi anak-anak mereka.

Odong-odong mudah dikenali saat melintas di lingkungan permukiman. Kendaraan ini dihiasi warna-warni cerah, boneka lucu, lampu berkedip, dan diiringi alunan lagu anak-anak dari pengeras suara. Dengan merogoh kocek Rp 5.000 sampai Rp 10.000, satu keluarga bisa menikmati petualangan keliling kampung tanpa perlu pergi jauh ke taman kota atau tempat wisata berbayar. Bagi anak-anak, ini adalah hiburan yang sederhana namun menyenangkan; bagi orang tua, ini menjadi solusi praktis di tengah minimnya pilihan rekreasi yang terjangkau.

Murah dan Merakyat, tapi Berisiko

Sayangnya, di balik keceriaan itu, mobil odong-odong menyimpan persoalan keselamatan yang tidak bisa disepelekan. Sebagian besar kendaraan ini merupakan hasil modifikasi dari mobil tua, seperti pick-up, minibus, atau bahkan bajaj, yang disulap menjadi wahana hiburan keliling tanpa standar keamanan yang memadai. Tambahan tempat duduk di bak belakang, atap ringan yang hanya terbuat dari rangka dan terpal atau fiber tipis, hingga wahana mini seperti ayunan kecil, sering kali dipasang secara seadanya tanpa perhitungan teknis mengenai stabilitas, distribusi beban, dan perlindungan penumpang.

Pada umumnya, odong-odong tidak dilengkapi fasilitas pengaman yang layak. Sabuk keselamatan tidak tersedia, pelindung di sisi tempat duduk pun tidak ada, dan anak-anak dibiarkan duduk di bak terbuka. Banyak kendaraan yang digunakan berasal dari rangka lama yang tidak diperkuat kembali, sehingga rawan rusak bila terjadi benturan. Dalam kondisi seperti ini, penumpang terutama anak-anak berisiko terlempar atau tertimpa bagian kendaraan bila kecelakaan terjadi. Potensi cedera serius pun tidak bisa diabaikan, mengingat kendaraan ini tidak dirancang untuk membawa penumpang secara aman.

Masalah keselamatan semakin kompleks karena odong-odong juga beroperasi tanpa status hukum yang jelas. Sebagian besar kendaraan ini melintas di jalan umum tanpa izin resmi sebagai angkutan penumpang, tidak memiliki rute tetap, dikemudikan oleh pengendara tanpa pelatihan khusus, dan tidak disertai perlindungan asuransi bagi penumpangnya. Padahal praktik ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun lemahnya penegakan hukum, ditambah rasa toleransi masyarakat terhadap para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari odong-odong, membuat aktivitas ini terus berlangsung tanpa pengawasan yang memadai.

Kecelakaan Berulang, Penertiban Justru Ditentang

Kita tentu masih mengingat peristiwa odong-odong yang tertabrak kereta api di Serang pada 2022, atau kasus tergulingnya kendaraan serupa di Jawa Timur dan sejumlah daerah lainnya. Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat bahwa anak-anak yang hanya ingin menikmati hiburan sederhana justru dihadapkan pada risiko keselamatan yang serius. Setiap kecelakaan meninggalkan luka dan kesedihan, tetapi respons yang muncul sering kali hanya bersifat sesaat. Ramai dibicarakan di media beberapa hari, lalu berlalu tanpa ada upaya perbaikan yang menyeluruh. Tanpa regulasi yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten, potensi kecelakaan serupa akan terus ada, sementara masyarakat perlahan menganggapnya sebagai hal yang lumrah.

Ironisnya, ketika aparat mencoba melakukan penertiban, tidak sedikit warga yang justru memberikan dukungan kepada pengemudi odong-odong. Sikap ini dapat dipahami, karena mereka bukan pelaku kejahatan, melainkan warga biasa yang menggantungkan hidup dari jasa hiburan keliling ini. Apalagi, layanan odong-odong masih diminati oleh banyak keluarga, terutama di kawasan padat yang kekurangan ruang publik dan sarana rekreasi yang layak. Di tengah mahalnya biaya rekreasi, terbatasnya ruang bermain anak, dan tidak tersedianya angkutan keluarga yang terjangkau, odong-odong seolah menjadi satu-satunya pilihan yang bisa dijangkau.

Namun, keterbatasan ekonomi tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mempertahankan praktik yang mengandung risiko tinggi. Setiap kali penertiban ditolak, dan setiap kali kecelakaan berlalu tanpa tindak lanjut, kita sebenarnya sedang membiarkan anak-anak terus hidup dalam ancaman.

Penataan Odong-Odong: Antara Perlindungan dan Penghidupan

Melarang sepenuhnya operasional odong-odong memang bukan langkah yang bijak, apalagi mengingat banyak pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghidupan dari kendaraan ini. Namun di sisi lain, membiarkannya terus beroperasi tanpa aturan yang jelas juga menghadirkan risiko besar bagi keselamatan publik, khususnya anak-anak. Oleh karena itu, negara perlu hadir dengan pendekatan yang lebih adil dan terukur, yakni kebijakan yang mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi pelaku usaha, disusun dengan standar teknis yang dapat dijalankan di lapangan, dan diterapkan secara konsisten untuk jangka panjang.

Sudah saatnya pemerintah, baik pusat maupun daerah, merancang skema penataan odong-odong yang berpijak pada prinsip mengutamakan keselamatan publik tanpa mematikan usaha masyarakat kecil. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah program konversi kendaraan agar lebih aman dan sesuai standar. Program ini perlu dilengkapi dengan panduan modifikasi teknis sederhana, mencakup sistem pengereman, kelistrikan, batas kecepatan, serta perlindungan bagi penumpang anak-anak. Selain itu, pelatihan keselamatan bagi pengemudi juga sangat diperlukan, tidak sekadar soal keterampilan mengemudi, tetapi juga kesadaran akan tanggung jawab membawa anak-anak sebagai penumpang utama.

Agar tetap bisa beroperasi tanpa membahayakan publik, odong-odong sebaiknya diberi izin terbatas di ruang-ruang yang aman, seperti area parkir luas, alun-alun kota, atau kawasan wisata keluarga yang dikelola pemerintah daerah. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keselamatan masyarakat, tapi juga tetap memberi ruang hidup bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan ini.

Tak berhenti sampai di situ, pemerintah daerah juga dapat bermitra dengan sektor swasta untuk menghadirkan alternatif hiburan yang murah namun tetap aman. Misalnya, dengan menyediakan bus wisata berukuran kecil yang nyaman dan menjangkau permukiman, menghadirkan taman bermain keliling berupa truk atau mobil yang dilengkapi permainan edukatif yang bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, atau mengembangkan sistem transportasi lokal berbasis desa yang dirancang khusus untuk kegiatan warga, seperti antar-jemput anak atau rekreasi warga sekitar. Inisiatif-inisiatif semacam ini akan memperluas pilihan hiburan rakyat tanpa harus mengorbankan keselamatan, sekaligus menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir bukan hanya menertibkan, tetapi juga menyediakan jalan keluar.

Penataan Odong-Odong: Harmonisasi Perlindungan Anak dan Usaha Kecil

Odong-odong bukan sekadar kendaraan hiburan. Ia menjadi cerminan nyata bahwa akses terhadap rekreasi yang aman dan transportasi yang layak masih belum merata, masih menjadi barang mewah bagi banyak keluarga berpenghasilan rendah. Keterbatasan ekonomi memang patut dipahami, tetapi tidak bisa terus dijadikan alasan untuk membiarkan praktik yang membahayakan keselamatan anak-anak setiap hari.

Peran negara tidak berhenti pada penegakan hukum semata, tetapi juga mencakup tanggung jawab melindungi seluruh warganya, terutama anak-anak dan kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap risiko. Sudah saatnya mobil odong-odong dipandang bukan sekadar ‘hiburan murah meriah’, melainkan sebagai isu keselamatan publik yang mendesak. Dengan pendekatan yang tepat, kegembiraan yang ditawarkan odong-odong tetap bisa dijaga, tanpa harus mengorbankan keselamatan para penumpangnya.

Penataan yang bersifat manusiawi namun dijalankan dengan ketegasan perlu menjadi fondasi bagi kota yang lebih aman, lebih adil dalam memberi perlindungan, dan lebih ramah terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Terutama bagi mereka yang selama ini nyaris tak punya pilihan, karena terbatasnya akses terhadap hiburan yang layak, transportasi yang aman, dan ruang publik yang mendukung kehidupan keluarga kecil di tengah keterbatasan.

Ditulis Oleh: MUHAMMAD AKBAR , Pemerhati Transportasi

BACA JUGA :

Mental-health
Krisis Kesehatan Mental Anak Indonesia: Saatnya Sekolah dan Rumah Menjadi Ruang Pemulihan Jiwa
MTI Aceh Kritik Kebijakan Penggantian Plat BL ke BKBB di Sumut
MTI Aceh Kritik Kebijakan Penggantian Plat BL ke BK/BB di Sumut
Pemkab Magelang meluncurkan program angkutan sekolah gratis pada 2025–2026 untuk mengurangi kecelakaan pelajar, angka putus sekolah, dan mendukung pendidikan. Dinas Perhubungan menyediakan 52 armada di sembilan rute, dengan subsidi Rp135 ribu per kendaraan per hari. Program ini menyasar kecamatan dengan kemiskinan ekstrem dan APS tinggi.
Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis
Pemerintah Abai Angkutan Umum, Subsidi Turun Lebih 50 Persen, Indonesia Emas 2045 Hanya Mimpi 2 3
Enam Paket Stimulus Diluncurkan, Pengemudi Angkutan Umum Jadi Prioritas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Desa wisata Pesona Garda di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditunjuk sebagai venue resmi arung jeram pada Porprov Jateng 2026. Penunjukan dilakukan untuk mendukung sport tourism dan ekonomi warga. Pengelola lokal menyiapkan infrastruktur, pelatihan teknis, serta fasilitas penunjang demi suksesnya ajang tersebut.
Pesona Garda Jadi Venue Arung Jeram Porprov Jateng 2026

INFOGRAFIS

TERKINI

Tanah longsor terjadi di Samirono, Getasan, Kabupaten Semarang, pada Jumat (5/12/2025) setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Dua rumah warga rusak pada bagian kamar dan toilet akibat talud lima meter ambrol. Warga bersama TNI–Polri, BPBD, dan relawan membersihkan material longsor sebagai upaya penanganan.
Hujan Deras, Dua Talud Rumah di Samirono Getasan Longsor
Tanah longsor terjadi di Samirono, Getasan, Kabupaten Semarang, pada Jumat (5/12/2025) setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Dua rumah warga rusak pada bagian kamar dan toilet akibat talud...
Remaja asal Majalengka, M. Ibrahim, ditemukan selamat oleh Polsek Bergas pada Jumat (5/12/2025) setelah hilang sejak 19 November. Berlokasi di JLA Ambarawa, pencarian dilakukan polisi berdasarkan laporan dan informasi warga. Ia kabur dari pondok pesantren dan berjalan tanpa tujuan hingga masuk wilayah Semarang.
Kabur dari Pondok Pesantren di Cirebon, Bocah Asal Majalengka Ditemukan di Ambarawa
Remaja asal Majalengka, M. Ibrahim, ditemukan selamat oleh Polsek Bergas pada Jumat (5/12/2025) setelah hilang sejak 19 November. Berlokasi di JLA Ambarawa, pencarian dilakukan polisi berdasarkan laporan...
Kecelakaan antara Honda Beat dan Honda Revo terjadi di Jalan Osamaliki, Salatiga, Kamis malam (4/12/2025). Akibat kurang konsentrasi pengendara Beat saat menyeberang, satu korban luka dirawat di RSUD. Unit Gakkum Satlantas mengevakuasi kendaraan dan menyelidiki penyebab kecelakaan.
Tragedi Malam Jumat, Keluarga Honda Adu Banteng, Satu Orang Terluka
Kecelakaan antara Honda Beat dan Honda Revo terjadi di Jalan Osamaliki, Salatiga, Kamis malam (4/12/2025). Akibat kurang konsentrasi pengendara Beat saat menyeberang, satu korban luka dirawat di RSUD....
Talud milik warga di Plompongan, Kauman Kidul, Salatiga, longsor pada Kamis (4/12/2025) setelah hujan deras memicu pergeseran tanah. Polisi, BPBD, dan warga mengevakuasi material serta mengamankan lokasi. Wali Kota Robby Hernawan meninjau kerusakan dan memastikan penanganan cepat demi keselamatan warga.
Hujan Sebentar, Dua Talud di Salatiga Longsor
Talud milik warga di Plompongan, Kauman Kidul, Salatiga, longsor pada Kamis (4/12/2025) setelah hujan deras memicu pergeseran tanah. Polisi, BPBD, dan warga mengevakuasi material serta mengamankan lokasi....
UKSW Salatiga memberi penghargaan kepada Drs. Soenarto Notosoedarmo pada Senin (1/12/2025) atas dedikasinya melestarikan lebih dari 150 spesies tanaman sejak 1973. Berlokasi di kampus UKSW, upaya ini lahir dari kecintaannya pada flora, dilakukan melalui penamaan, pendokumentasian, dan gerakan Kampusku Floraku.
Kisah Eyang Narto Sang Perawat Pohon di UKSW, Terima Penghargaan “Insan Talenta Unggul”
UKSW Salatiga memberi penghargaan kepada Drs. Soenarto Notosoedarmo pada Senin (1/12/2025) atas dedikasinya melestarikan lebih dari 150 spesies tanaman sejak 1973. Berlokasi di kampus UKSW, upaya ini lahir...
Muat Lebih

POPULER

Kecelakaan antara Honda Beat dan Honda Revo terjadi di Jalan Osamaliki, Salatiga, Kamis malam (4/12/2025). Akibat kurang konsentrasi pengendara Beat saat menyeberang, satu korban luka dirawat di RSUD. Unit Gakkum Satlantas mengevakuasi kendaraan dan menyelidiki penyebab kecelakaan.
Tragedi Malam Jumat, Keluarga Honda Adu Banteng, Satu Orang Terluka
Program Kerja 38 Desa di Kabupaten Semarang Terancam Gagal Bayar akibat Dana Desa Tahap II Belum Cair
Program Kerja 38 Desa di Kabupaten Semarang Terancam Gagal Bayar akibat Dana Desa Tahap II Belum Cair
Ratusan warga mengunjungi Fort Willem I di Ambarawa pada Minggu (16/11/2025) untuk melihat hasil revitalisasi meski hujan turun. Revitalisasi dilakukan oleh TACB dengan menjaga keaslian bangunan abad ke-19. Pengunjung menikmati jalur ikonik yang kini rapi, sementara akses menuju benteng diperjelas bagi wisatawan.
Benteng Pendem Ambarawa Dibuka untuk Umum Usai Revitalisasi, Warga Antusias Kunjungi Destinasi Baru Kabupaten Semarang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved