URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) secara serentak menggelar Operasi Patuh 2022 yang akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 13 Juni 2022 hingga 23 Juni 2022. Dalam hal ini jajaran Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan tersebut dengan tajuk Operasi Patuh Candi 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Operasi Patuh Candi Resmi Digelar, Patuhi Sasarannya Berikut Ini

Operasi Patuh Candi Resmi Digelar, Patuhi Sasarannya Berikut Ini

Operasi Patuh Candi Resmi Digelar, Patuhi Sasarannya Berikut Ini

featured-img

UNGARAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) secara serentak menggelar Operasi Patuh 2022 yang akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 13 Juni 2022 hingga 23 Juni 2022. Dalam hal ini jajaran Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan tersebut dengan tajuk Operasi Patuh Candi 2022.

Kapolres Semarang saat membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah dalam gelar pasukan, Senin (13/6/2022) menyampaikan Operasi Patuh Candi 2022 saat ini bertujuan mengajak masyarakat untuk tertib dan disiplin berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran maupun fatalitas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Juga sebagai giat cipta kondisi menjelang HUT Bhayangkara ke-76 di masa Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, adapun sasaran prioritas dari kegiatan Operasi Patuh Candi 2022 antara lain pengemudi kendaraan yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, dan sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu.

“Kemudian pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi mobil tidak menggunakan sabuk keselamatan, dalam pengaruh alkohol saat berkendara, melawan arus serta melebihi batas kecepatan,” terangnya.

Kapolres menambahkan, selain menekan pelanggaran yang menimbulkan korban jiwa, pihaknya juga akan memberikan edukasi dan pemahaman akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Jadikan ketertiban berlalu lintas sebagai kebutuhan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan