YOGYAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah memantapkan strategi penguatan internal guna mengukuhkan diri sebagai partai papan atas dalam kontestasi politik mendatang.Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah yang digelar di Yogyakarta, Kamis (12/2/2026), dengan tema Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menekankan bahwa para legislator harus menjadi representasi nyata perjuangan partai di ruang publik.
“Pejabat publik dan alat-alat dewan adalah etalase perjuangan partai. Bapak dan Ibu membawa misi besar dalam mewujudkan cita-cita ideologi kita,” tegas Kholid.
Ia menyoroti pentingnya menghapus budaya “pekewuh” yang dinilai menghambat kader internal untuk tampil sebagai figur kepemimpinan, baik di level daerah maupun nasional.
Menurutnya, transformasi PKS dari gerakan religius menjadi kekuatan sosial-politik pro-demokrasi harus tercermin dalam kebijakan publik yang diperjuangkan kader di parlemen.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyebut Bimtek menjadi momentum sinkronisasi gerakan dari pusat hingga akar rumput.
“Kami merapatkan barisan. Loyalitas kader sudah teruji, dan ini menjadi modal besar untuk menempatkan PKS sebagai partai papan atas di Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan konsolidasi dan militansi yang diperkuat, PKS Jateng optimistis dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus memperluas pengaruh politiknya di wilayah yang dikenal sangat kompetitif tersebut.