KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

30 Titik Longsor Terjadi di Kabupaten Semarang, Pemkab Siapkan Relokasi Sejumlah Ruas Jalan

30 Titik Longsor Terjadi di Kabupaten Semarang, Pemkab Siapkan Relokasi Sejumlah Ruas Jalan

30 Titik Longsor Terjadi di Kabupaten Semarang, Pemkab Siapkan Relokasi Sejumlah Ruas Jalan

Ruas jalan penghubung Desa Nyatnyono-Lerep yang longsor beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mencatat sekitar 30 titik tanah longsor terjadi di berbagai wilayah sejak 2025 hingga awal 2026. Sejumlah lokasi sudah ditangani, sementara beberapa titik lainnya memerlukan penanganan khusus karena kondisi tanah yang rawan.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bencana longsor terjadi di sejumlah daerah dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Ia menjelaskan sebagian lokasi longsor dapat segera ditangani menggunakan dana tak terduga yang dikelola pemerintah daerah.

“Kemudian ada yang bisa segera langsung kita tangani dengan dana tak terduga, baik yang dilaksanakan oleh BPBD maupun yang ditangani langsung oleh DPU Kabupaten Semarang,” jelasnya di Ungaran, Kamis (5/3/2026).

Namun, terdapat beberapa titik yang membutuhkan kajian lebih lanjut karena kondisi geografisnya dinilai berisiko jika hanya dilakukan perbaikan biasa.

“Kemudian ada beberapa yang perlu kajian khusus. Misalnya nanti kita akan memindah jalannya, contohnya yang ada di Nyatnyono sampai ke Lerep,” katanya.

Menurut Ngesti, kondisi tebing di lokasi tersebut cukup tinggi dan berpotensi kembali longsor apabila jalan tetap dibangun di titik yang sama.

“Ini karena tebingnya tingginya sekitar 50 meter, jarak ke sampingnya kurang lebih juga sekitar 50 meter. Kalau itu kita bangun dengan posisi jalan miring ke tebing, kita ada kekhawatiran kalau dibangun lagi nanti akan longsor kembali,” ujarnya.

Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Bancak, tepatnya di Desa Plumutan yang merupakan ruas jalan kabupaten.

“Yang kedua juga yang ada di wilayah Bancak, ini di Desa Plumutan. Ini jalan kabupaten, kondisinya hampir sama,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Semarang saat ini menyiapkan langkah untuk membeli lahan di sekitar lokasi guna memindahkan jalur jalan ke lokasi yang lebih aman.

“Ini kami baru siapkan untuk membeli tanah sekitarnya untuk memindah ruas jalan,” jelas Ngesti.

Langkah serupa juga akan dilakukan di wilayah Kalikurmo, Kecamatan Beringin, yang memiliki kondisi tanah labil.

“Kemudian juga yang ada di Kalikurmo Bringin, juga sama kondisinya tanahnya labil. Sebab kami baru akan membeli tanah yang ada di sampingnya untuk memindah ruas jalannya,” tandasnya. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang