URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seluruh SD dan SMP di Kabupaten Semarang mulai melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) I secara offline dengan prokes ketat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PAS Tatap Muka, Sekolah Sediakan Ruangan Khusus Bagi Siswa yang Sakit

PAS Tatap Muka, Sekolah Sediakan Ruangan Khusus Bagi Siswa yang Sakit

PAS Tatap Muka, Sekolah Sediakan Ruangan Khusus Bagi Siswa yang Sakit

featured-img

UNGARAN – Sebanyak 612 siswa kelas VII, VIII dan IX SMP Negeri 1 Jambu Kabupaten Semarang mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) 1 sejak Senin (29/11/2021). Mereka melaksanakan penilaian tersebut secara tatap muka meski dengan peserta yang terbatas.

Plt Kepala SMP Negeri 1 Jambu Heri Muryanto mengatakan pelaksanaan PAS 1 diatur dengan membagi jumlah siswa menjadi dua bagian yakni berdasarkan nomor presensi agar tidak berkerumun.

“Kita ambil separuh nomor presensi untuk mengikuti PAS terlebih dahulu, sisanya esok harinya,” ungkapnya saat meninjau pelaksanaan PAS 1, Selasa (30/11/2021).

Disampaikan Heri, dengan adanya pembagian tersebut praktis dalam satu kelas hanya diisi maksimal 18 siswa. Sehingga waktu pelaksanaan PAS 1 menjadi 8 hari.

“Sistemnya selang-seling, hari ini yang ikut PAS besoknya belajar di rumah. Satu hari 3 mata pelajaran (mapel) yang diujikan dengan waktu masing-masing sesi ujian 90 menit,” kata dia.

Dalam pelaksanaan PAS ini, protokol kesehatan (prokes) diterapkan secara ketat. Mulai kedatangan siswa yang harus mencuci tangan sebelum masuk kelas, wajib memakai masker dan dicek suhu tubuhnya. Siswa yang diketahui kurang enak badan maka tidak diperkenankan mengikuti PAS. Jika saat pelaksanaan ujian ada yang sakit, maka disediakan ruangan khusus untuk beristirahat.

“Bila kondisi anak tidak memungkinkan maka kami persilakan pulang ke rumah dan mengikuti PAS susulan yang telah kami jadwalkan. Alhamdulillah sampai hari kedua ini seluruh siswa bisa hadir,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menyampaikan total ada 101 SMP dan 499 SD baik negeri maupun swasta yang mulai melaksanakan PAS 1 ini.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada laporan mengenai kendala yang dihadapi saat pelaksanaan PAS 1 secara tatap muka,” ujarnya.

Menurut Sukaton masing-masing satuan pendidikan telah diberikan surat edaran mengenai Prosedur Operasional Standar (POS) dalam pelaksanaan PAS 1 secara tatap muka ini.

“Satu kelas maksimal 18 siswa, jarak tempat duduk antarsiswa 1,5 meter dan sebagainya. Harapan kami pelaksanaan PAS ini lancar dan tanpa ekses,” imbuhnya.

Sementara salah satu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jambu Suryo Wahyu Aji mengaku senang bisa melaksanakan PAS secara tatap muka.

“Agak deg-degan juga sebenarnya, apalagi satu hari 3 mapel yang diujikan. Tapi sudah belajar dan mempersiapkan semuanya sehingga cukup yakin hasilnya bagus,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026. Kepastian itu ditandai peluncuran logo, maskot Saqur, dan tema oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/6/2026), sebagai wujud kesiapan menyelenggarakan festival Al-Qur'an terbesar di Indonesia yang juga diharapkan menggerakkan syiar Islam, pariwisata, UMKM, dan ekonomi daerah.
MTQ Nasional XXXI Resmi Diluncurkan, Jawa Tengah Jadi Panggung Festival Al-Qur'an Terbesar se-Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. BPS menekankan profesionalisme petugas dan mengapresiasi respons kooperatif masyarakat guna menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
Petugas Sensus Ekonomi Turun ke Lapangan, Respons Warga Salatiga Seperti apa?
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan