KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pasca Perang Sarung, Sejumlah Siswa Sungkem Orang Tua dan Guru, Ada Apa?

Pasca Perang Sarung, Sejumlah Siswa Sungkem Orang Tua dan Guru, Ada Apa?

Pasca Perang Sarung, Sejumlah Siswa Sungkem Orang Tua dan Guru, Ada Apa?

Di Hadapan Polisi, Pelaku Perang Sarung di Salatiga Sungkem kepada Orang Tua dan Guru

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Anak-anak pelaku perang sarung di Salatiga akhirnya sungkem kepada orang tuanya. Menurut Kasat Binmas, hal ini Untuk memberikan efek jera kepada pelaku perang sarung, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi, polisi menghadirkan orang tua (ortu) dan guru dari siswa yang terlibat perang sarung.

Pelaku perang sarung selanjutnya diperintahkan sungkem dan minta maaf.

Kasat Binmas Polres Salatiga AKP Ririh Widiastuti dihadapan ortu, guru dan siswa yang terlibat perang sarung menyampaikan perbuatan mereka adalah salah.

Kemudian mereka yang rata-rata pelajar SMP dan SMA ini agar meminta maaf kepada orang tua terutama Ibu yang telah mengandung dengan susah payah.

“Kalian sungkem terutama kepada ibu yang telah melahirkan kalian dengan taruhan nyawa, tolong bila akan melangkah pikirkan terlebih dulu akibatnya, jangan terpengaruh oleh teman lainnya,” wejang AKP Ririh.

Ia juga menambahkan orang tua telah merawat, membiayai sampai saat ini tidak sedikit, orang tua berjuang untuk anak.

Polres Salatiga juga mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak anak setiap hari sekitar pukul 22.00 WIB sudah berada di rumah, berikan pembelajaran tentang keimanan sesuai agamanya.

“Anggaplah anak sebagai teman/sahabat sehingga dalam proses mencari jati dirinya tidak di jalan yang salah, sebagai generasi penerus tolong kalian patuhi hukum yang berlaku baik tertulis dan tidak tertulis (Norma) yang mengikat dan berlaku di masyarakat,” kata Ririh.

Kasat Reskrim AKP M. Arifin memberikan penekanan bahwa jadikan hal ini pelajaran yang berharga, jadikan ini yang pertama dan terakhir.

Jika di kemudian hari masih terjadi lagi maka akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang