URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"NU bukan milik dan tidak berafiliasi kepada satu partai tertentu, akan tetapi NU menjadi rumah bersama dan akan membesarkan semua partai yang ada," jelas Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan

Mbak Google

KABAR RASIKA

PCNU Kabupaten Semarang Tegaskan Bukan Milik Partai Tertentu

PCNU Kabupaten Semarang Tegaskan Bukan Milik Partai Tertentu

PCNU Kabupaten Semarang Tegaskan Bukan Milik Partai Tertentu

Para pengurus PCNU Kabupaten Semarang bersama DPC PPP Kabupaten Semarang usai acara silaturahim di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (2/8/2022) petang. (Foto/IST)
featured-img

UNGARAN – Mendekati tahun 2024, berbagai partai politik (parpol) semakin gencar menjalin hubungan dengan banyak kalangan. Sebab di tahun politik tersebut, para ‘pemain’ yang akan bertanding dalam gelanggang perpolitikan tentu berharap bisa mendulang banyak suara.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas terbesar di Indonesia juga kerap disambangi para tokoh politik untuk dimintai saran dengan harapan bisa menarik simpati para kaum nahdliyin. Dalam hal ini, Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Semarang berkomitmen membesarkan seluruh partai yang ada terutama memperjuangkan aspirasi warga nahdliyin.

“NU bukan milik dan tidak berafiliasi kepada satu partai tertentu, akan tetapi NU menjadi rumah bersama dan akan membesarkan semua partai yang ada,” jelas Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan saat ditemui usai dikunjungi DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Semarang, di Ungaran, Selasa (2/8/2022) petang.

Menurut Gus Yan, sapaan akrab KH Ahmad Fauzan, NU merupakan ormas terbesar di Indonesia, yang dekat dengan warga masyarakat. Sehingga menjadi simpul persatuan dan kesatuan Indonesia karena terdapat kelompok heterogen di dalamnya.

“Maka komitmen kami, NU untuk semua kelompok. Tidak satu kelompok atau partai saja, semua partai,” ujarnya.

Gus Yan menambahkan, secara historis antara PPP dengan NU adalah bagian keluarga. Sehingga momen silaturahim kali ini sebagai sarana merekatkan sesama warga nahdliyin. Harapannya melalui jalinan yang baik, program-program yang dimiliki oleh PPP bisa disinergikan demi kebaikan bersama.

“Semoga apa yang menjadi kepentingan masyarakat secara kesuluruhan bisa disupport penuh,” harapnya.

Sementara Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang, Nurul Huda menyatakan silaturahim dengan PCNU Kabupaten semarang ini sebagai bentuk pengharapan petunjuk dari para kiai NU.

“PPP juga didirikan oleh para kiai NU, sehingga kedatangan kami untuk meminta ‘dawuh’ para kiai,” urainya.

Dikatakan Nurul, selama ini hubungan antara NU dan PPP juga sudah baik, bahkan PPP Kabupaten Semarang juga ikut memperjuangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Semarang terkait Fasilitas Pengembangan Pesantren agar segera disahkan.

“Kami juga berkomitmen senantiasa mengawal aspirasi warga NU untuk kepentingan bersama yang lebih baik sehingga menguatkan warga Kabupaten Samarang,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum