KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Petugas Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim SAR gabungan mengevakuasi survivor yang terjatuh ke dalam jurang sedalam 40 meter menggunakan High Angle Rescue Technique (HART), Sabtu (29/8/2026) dini hari. Foto: IST/ Basarnas Kantor SAR Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam.

Ia yang merupakan warga Gondokusuman, Yogyakarta, saat itu bersama tiga rekannya tengah melakukan herping, yakni aktivitas mencari, mengamati, dan mendokumentasikan reptil serta amfibi di habitat aslinya.

Basarnas Kantor SAR Semarang yang mendapatkan dari rekan korban sekitar pukul 22.15 WIB segera datang ke lokasi bersama tim SAR gabungan.

“Kami menerima telepon dari rekan survivor bahwa salah satu dari mereka terjatuh ke jurang,” ujar Nur Mustofa, Komandan Tim Evakuasi saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pertolongan di medan ketinggian. Menurut Mustofa, keempat orang tersebut sengaja melakukan pengamatan pada malam hari karena sejumlah reptil dan amfibi merupakan satwa yang aktif pada malam hari atau nokturnal.

“Saat itu mereka sedang melakukan pengamatan terhadap reptil dan amfibi yang aktif di malam hari,” jelasnya.

Peristiwa bermula ketika rombongan menyusuri jalur setapak di kawasan hutan Curug Lawe. Korban menggunakan senter untuk menerangi sekaligus menyapu area yang menjadi lokasi pengamatan. Saat berjalan dengan posisi badan menghadap ke belakang, korban tidak menyadari adanya jurang di jalur yang dilaluinya.

“Korban berjalan mundur dan tidak menyadari ada jurang di depannya,” terangnya.

Korban kemudian terperosok dan jatuh hingga ke dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Tim SAR harus bekerja dalam kondisi malam hari dengan penerangan terbatas dan medan yang terjal.

“Medannya cukup ekstrem dan penerangan juga terbatas,” ungkapnya.

Setelah sekitar 2,5 jam melakukan upaya evakuasi, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Evakuasi dilakukan menggunakan High Angle Rescue Technique (HART) atau teknik pertolongan di medan ketinggian.

“Sekitar pukul 02.00 WIB survivor berhasil kami evakuasi,” katanya.

Dari pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah cedera. Di antaranya cedera pada kepala, lengan kanan, dan tungkai kanan.

“Setelah dievakuasi, survivor langsung dibawa ke RSUD Gondo Suwarno Ungaran,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di alam terbuka agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika berada di medan ekstrem seperti hutan, gunung maupun kawasan air terjun.

“Selalu waspada dan prioritaskan keselamatan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang hendak berkegiatan di alam agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola kawasan dan melakukan survei lokasi. Selain itu, peserta kegiatan di alam juga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi kondisi medan yang berisiko.

“Jangan langsung berkegiatan saat pertama datang. Sebaiknya survei lokasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno Putra, menegaskan korban bukan pengunjung yang masuk melalui pintu masuk wisata resmi CLBK. Terlebih CLBK tidak menyelenggarakan kegiatan wisata reguler pada malam hari di kawasan Perhutani.

“Tidak ada pemberitahuan ke kami. Sehingga tidak tercantum di data registrasi,” bebernya.

Menurut Dimas, kegiatan organisasi pecinta alam berbasis sekolah maupun perguruan tinggi yang hendak melintas atau melanjutkan perjalanan dari kawasan Indrokilo, Promasan maupun puncak harus dilengkapi surat resmi organisasi yang diketahui pembimbing, kepala sekolah, dekan atau rektorat.

“Jumlah peserta, panitia dan rundown kegiatan harus jelas,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 yang menghubungkan Bawen-Ambarawa telah mencapai 100 persen pekerjaan fisik dan rampung menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi. Ruas tol ini dipersiapkan untuk beroperasi pada akhir 2026 setelah rangkaian ULFO pada 28 Agustus–4 September 2026, sementara pengadaan tanah Seksi 5 Ambarawa-Temanggung masih sekitar 58 persen.
Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
[pekok2]