KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pedagang Ngamuk Gara-Gara Mobil Pengangkut Rajungan Ditarik Paksa Debtcollector, 1,5 Ton Dagangan Jadi Busuk

Pedagang Ngamuk Gara-Gara Mobil Pengangkut Rajungan Ditarik Paksa Debtcollector, 1,5 Ton Dagangan Jadi Busuk

Pedagang Ngamuk Gara-Gara Mobil Pengangkut Rajungan Ditarik Paksa Debtcollector, 1,5 Ton Dagangan Jadi Busuk

SEMARANG – Puluhan pedagang yang memesan rajungan mengamuk di kantor leasing Suzuki Finance Indonesia (SFI) yang terletak di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari pada Rabu (23/2/2022).

Pedagang rajungan itu murka lantaran mobil yang mengangkut pesanannya ditarik paksa debcollector. Akibatnya, 1,5 ton dagangan yang terdiri dari rajungan atau kepiting dan udang lobster menjadi busuk.

Karena kesal, kemudian dagangan yang busuk itu mereka tumpahkan ke halaman kantor sampai di dalam kantor hingga menimbulkan bau tak sedap.

Diketahui, kejadian tersebut bermula dari salah seorang pedagang bernama Yuminto yang mengangkut pesanan dengan mengendarai mobil pickup Suzuki Carry bermuatan rajungan dari Pasuruan dihadang oleh beberapa Debt Colector di wilayah kabupaten Demak.

Lalu karena dinilai pembayaran tak berjalan lancar, ia lalu dihadang oleh debcollector dan mobilnya ditarik paksa pada Selasa (22/2/2022). Sebenarnya dia sudah bernegoisasi oleh para debt collector agar barang daganganya bisa sampai ke tambak lorok pada jam 12 siang. Sebab, jika tidak muatan tersebut akan busuk. Dan apabila 1,5 ton rajungan membusuk dia akan rugi mencapai Rp. 18 juta.

“Saya sudah bernegoisasi, karena kalo lebih dari jam 12 siang barang dagangan hasil laut tersebut pasti membusuk dan pasti saya rugi sebagai pedagang. Bukannya disetujui, selain membawa mobil, seluruh muatan yang akan disetorkan ke tambak lorok tersebut juga di bawa ke kantor SFI,” ujarnya.

Yuminto mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali ingin menemui perwakilan dari SFI untuk menanyakan barang daganganya yang ikut disita. Namun dari selasa malam hingga Rabu tadi tidak ada satu pun perwakilan menemui.

“Karena tidak ada kejelasan hingga jam 12 siang tadi, saya dan teman-teman pedagang lainya sontak emosi meluap dan menumpahkan rajungan tersebut di depan kantor SFI,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo didampingi Unit Reskrim datang untuk meredam emosi para pedagang tersebut. Tak hanya itu, Henky langsung melakukan mediasi dengan pengacara SFI dan pengacara korban agar ketemu titik temu solusi masalah tersebut.

Berdasarkan hasil mediasi Henky menjelaskan bahwa dari pihak SFI yang diwakili Lawyer sudah mengaku bersalah dan meminta maaf, bahkan mempersilahkan untuk dilakukan pelaporan ke pihak yang berwajib.

“Untuk korban, silakan membuat laporan secara prosuderal terkait perampasan mobil dan barang dagangan tersebut. Yang jelas semua berjalan aman dan kondusif,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]