KABAR RASIKA

Pekerja Bangunan Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Tubuhnya Mengalami Luka Bakar Karena Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Tubuhnya Mengalami Luka Bakar Karena Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Tubuhnya Mengalami Luka Bakar Karena Tersengat Listrik

SEMARANG – Seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit karena tubuhnya mengalami luka bakar usai mendapatkan musibah terkena sengatan listrik saat sedang bekerja sebagai tukang bangunan.

Korban bernama Ngardiono (51) warga Kebon Ombo, Kelurahan Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang itu tersengat aliran listrik pada Senin (21/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Benny Hartawan menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat korban bekerja bersama rekannya melakukan pekerjaan pembangunan rumah milik Susfianto, berlokasi di Perum P4A, Kelurahan Banyumanik Kota Semarang.

Lalu pada saat sedang fokus bekerja, korban tanpa sengaja menyenggol kabel yang pada saat itu dalam kondisi teraliri arus listrik hingga mengakibatkan tubuh korban seperti mengalami luka bakar.

“Korban pekerja kuli bangunan sedang memasang bata di bagian atap lantai dua. Tanpa sengaja, tiba tiba tubuh korban menyenggol kabel listrik jalan yang melintas di dekat bangunan rumah tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut akibat kejadian ini, aliran listrik trafo di wilayah tersebut sempat padam lantaran korban tersangkut di kabel listrik tersebut. Setelah di pastikan tidak ada aliran listrik, para warga bersama-sama mengevakuasi korban menurunkan tubuhnya.

Setelah selesai dievakuasi, karena kondisi korban yang butuh bantuan medis, kemudian pria itu langsung dilarikan ke RS Kariyadi menggunakan mobil ambulance.

“Sampai saat ini kondisi korban masih sadarkan diri dan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Korban mengalami luka di dada, wajah dan sebagian anggota tubuhnya,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px