URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang terus mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, dengan menyelesaikan syarat ketersediaan air bersih. Proses survei dan verifikasi bersama Kementerian Sosial serta Kementerian PUPR telah dilakukan agar program pendidikan dari pemerintah pusat itu segera direalisasikan untuk anak-anak Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang Masih Terkendala Sarana Air Bersih

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang Masih Terkendala Sarana Air Bersih

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang Masih Terkendala Sarana Air Bersih

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang terus mematangkan persiapan pembangunan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Salah satu syarat utama yang kini tengah diupayakan penyelesaiannya adalah ketersediaan air bersih di lokasi pembangunan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, proses survei dan verifikasi administrasi telah dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Secara administrasi informasi tidak ada masalah. Persiapan lahan juga sudah kami siapkan. Tinggal satu syarat lagi yang masih kami upayakan, yaitu terkait ketersediaan air bersih,” ujar Ngesti saat dikonfirmasi di Ungaran, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Semarang saat ini masih berkoordinasi dengan tim terkait agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.

“Sesuai rencana, lokasinya berada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, dengan luas lahan 5,7 hektare,” ungkapnya.

Menurut Ngesti, Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang nantinya diprioritaskan bagi anak-anak dari wilayah Kabupaten Semarang. Sebab, program tersebut memang disiapkan dengan skema satu sekolah untuk setiap kabupaten atau kota.

“Kalau Sekolah Rakyat ini per kabupaten atau kota. Jadi nanti untuk anak-anak kita di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya daerah lain yang menumpang pembangunan di Kabupaten Semarang karena keterbatasan lahan, Ngesti menyebut hal itu bergantung pada kebijakan masing-masing daerah. Ia mencontohkan Kota Salatiga yang memiliki keterbatasan lahan, namun masih terdapat aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dapat dimanfaatkan.

“Yang utama bagi kami, Kabupaten Semarang lahannya sudah kami siapkan,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan