URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemdes Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mengembangkan sistem irigasi tenaga surya untuk mengatasi kekeringan lahan pada Selasa, 14 Oktober 2025. Dipimpin Kades Supriyadi, program ini memanfaatkan PLTS dan pompa air tenaga surya hasil riset BRIDA Jateng dan Polines guna menekan biaya operasional petani hingga nol.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemdes Kesongo Kembangkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani

Pemdes Kesongo Kembangkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani

Pemdes Kesongo Kembangkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani

Petani di kawasan Kesongo, Tuntang, memanfaatkan PLTS yang terhubung dengan PATS untuk keperluan irigasi lahan persawahan. Foto: IST
Petani di kawasan Kesongo, Tuntang, memanfaatkan PLTS yang terhubung dengan PATS untuk keperluan irigasi lahan persawahan. Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mengembangkan sistem irigasi berbasis tenaga surya untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian saat musim kemarau.

Kepala Desa Kesongo, Supriyadi, mengatakan desa mereka sempat mengalami kesulitan air ketika debit Danau Rawa Pening menurun drastis. Akibatnya, dari total 45 hektare sawah, hanya sekitar 20 hektare yang bisa digarap maksimal.

Untuk menjawab persoalan itu, pihaknya memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terhubung dengan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) agar suplai air ke sawah tetap terjaga meski musim kemarau.

“Alat PLTS yang dirakit dengan PATS ini sangat dibutuhkan di desa kami,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Saat ini, ada dua titik pengembangan PLTS di Desa Kesongo. Satu titik berada di kawasan Ngentaksari berkapasitas 1.500 watt hasil riset BRIDA Jateng, mampu mengairi 6–8 hektare sawah. Titik lainnya di Kesongo Lor memiliki kapasitas 20.000 watt dan dikembangkan Politeknik Negeri Semarang (Polines) melalui program Smart Farming Berbasis PLTS Terapung Rawa Pening.

“PLTS apung ini masih tahap uji coba, mampu bekerja empat jam dengan debit air besar. Pengecekan bersama tim Polines dijadwalkan pekan depan,” tambahnya.

Sebelum ada PLTS, petani mengandalkan pompa diesel yang membutuhkan biaya solar sekitar Rp2,3 juta per musim tanam. “Dengan PLTS, energi gratis dari matahari bisa dimanfaatkan sehingga biaya operasional turun ke nol,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Marsudi Tani, Yuliyanto, mengaku sudah merasakan manfaat irigasi tenaga surya itu.

“Sekarang sawah saya seluas 1,5 hektare bisa terairi semua, panen bisa tembus delapan ton. Harapannya tenaga surya ini diperbanyak untuk petani lain,” katanya.

Dosen Polines, Yusuf Dewantoro Herlambang, menyebut sistem itu mampu memompa air hingga debit 16 meter kubik per detik dengan efisiensi pompa 40 persen, dan dapat mengairi lahan sampai 13,1 hektare.

“Dengan pompa PLTS, biaya solar yang biasanya jutaan rupiah bisa ditekan hingga nol,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga