RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Antisipasi Penyebaran PMK, Vaksinasi Hewan Ternak Digalakkan

Pemkab Semarang Antisipasi Penyebaran PMK, Vaksinasi Hewan Ternak Digalakkan

Pemkab Semarang Antisipasi Penyebaran PMK, Vaksinasi Hewan Ternak Digalakkan

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke kandang sapi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Nyawiji Ki Semar, Desa Kadirejo, Pabelan Kabupaten Semarang, Rabu (8/1/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya keras mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya. Hingga 7 Januari 2025, tercatat 88 ekor hewan ternak terinfeksi PMK. Dari jumlah tersebut, 6 ekor dinyatakan sembuh, 2 ekor mati, dan sisanya masih dalam tahap penyembuhan.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa langkah pencegahan dan penanganan terus dilakukan agar PMK tidak meluas.

“Kami mengantisipasi upaya pencegahan penularan PMK agar tidak menyebar, baik di dalam maupun luar Kabupaten Semarang,” ujarnya ditemui usai rapat langkah penanganan PMK di Kabupaten Semarang di Ruang Dharmasatya, kompleks Kantor Bupati Semarang, Rabu (8/1/2025).

Saat ini, populasi sapi di Kabupaten Semarang mencapai 48 ribu ekor, yang terdiri dari sapi pejantan, sapi penggemukan, dan sapi perah. Namun, sekitar 15 ribu ekor sapi belum mendapatkan vaksinasi. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan vaksin dan tenaga medis yang diperlukan.

“Kami memberikan vaksinasi gratis kepada peternak yang memiliki 1 hingga 3 ekor sapi. Sedangkan bagi peternak yang memiliki lebih dari 3 ekor, vaksinasi mulai sapi keempat akan dikenakan biaya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah mewajibkan vaksinasi di pasar hewan untuk ternak yang belum divaksin, terutama bagi hewan dari luar kota.

“Hewan yang terpapar PMK dilarang masuk ke pasar hewan dan harus segera dikembalikan ke peternaknya,” paparnya.

Wilayah dengan kasus PMK terbanyak berada di Kecamatan Bergas dengan 17 ekor ternak terinfeksi, disusul Kecamatan Bancak (15), Tengaran (13), dan Kaliwungu (10). Wilayah lainnya melaporkan kasus di bawah 10 ekor. Bupati juga menekankan pentingnya upaya vaksinasi serentak untuk memutus rantai penularan PMK.

“Meskipun kasus terus bertambah, status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum ditetapkan,” sambungnya.

Dampak PMK sangat dirasakan peternak. Bupati mengungkapkan, pengalaman tahun 2022 menunjukkan produksi susu sapi perah bisa turun dari 16 liter menjadi hanya 4 liter per hari. Selain itu, biaya pengobatan sapi membutuhkan waktu 1 hingga 3 bulan dengan hasil yang belum tentu memulihkan kondisi sapi secara normal. Harga sapi juga mengalami penurunan drastis akibat PMK.

“Untuk sapi potong, harga bisa turun hingga 50 persen. Kerugian ini tentu memberatkan peternak,” jelas Bupati.

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Semarang belum menutup pasar hewan dan akan terus memantau perkembangan kasus.

“Semoga tidak ada penutupan agar kegiatan jual beli hewan ternak tetap berjalan,” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama