URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menganggarkan Rp 2,8 miliar pada APBD Perubahan tahun 2022 ini untuk membangun jalur alternatif terkait dengan longsornya Jalan Arjuna, yang merupakan jalur utama penghubung Ungaran-Mranggen di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Gelontorkan Rp 2,8 Miliar Bangun Jalan Alternatif Ungaran-Mranggen

Pemkab Semarang Gelontorkan Rp 2,8 Miliar Bangun Jalan Alternatif Ungaran-Mranggen

Pemkab Semarang Gelontorkan Rp 2,8 Miliar Bangun Jalan Alternatif Ungaran-Mranggen

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menganggarkan Rp 2,8 miliar pada APBD Perubahan tahun 2022 ini untuk membangun jalur alternatif terkait dengan longsornya Jalan Arjuna, yang merupakan jalur utama penghubung Ungaran-Mranggen di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Longsor yang terjadi masuk dalam kategori sangat dalam dengan kedalaman lebih dari 50 meter, panjang sekitar 200 meter dan cakupannya sudah seluas 16 hektare. Sehingga praktis tidak dapat dilalui kendaraan dan harus memutar melalui Jalan Bima.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk melebarkan Jalan Bima sebagai jalur alternatif.

“Insyaallah segera dimulai dalam waktu dekat, kami beri talut di sampingnya,” ujarnya di Ungaran, Jumat (28/10/2022).

Dikatakan Ngesti, total dana yang dianggarkan untuk membangun jalur alternatif itu mencapai Rp 2.8 miliar.

Tidak menutup kemungkinan, bahwa nantinya jalur alternatif di Jalan Bima akan menjadi jalan utama, mengingat kondisi longsor di Jalan Arjuna yang tergolong parah serta tanahnya yang terus bergerak.

“Saat ini kan di bawahnya keluar air dan tebingnya tinggi. Kalau sampai saat belum berani membangun lokasi (longsor) tersebut karena saat ini masih bergerak,” paparnya.

Sebagai informasi, longsor tersebut sudah terjadi sejak Februari 2022 lalu.
Pada waktu itu mobil dan motor masih dapat melintasi jalan tersebut lantaran longsor hanya memakan satu jalur.

Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, keretakan semakin bertambah dan aspal cenderung semakin beda tinggi sehingga warga setempat menutup total jalan itu pada Agustus 2022 lalu. (win)

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved