URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebijakan mempertahankan PPPK diambil Pemkab Semarang oleh Sekda Valeanto Soekendro di Ungaran, Senin (6/4/2026), sebagai respons meningkatnya belanja pegawai karena banyak PNS pensiun, dilakukan dengan menahan pengisian formasi kosong sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Tahan Pengisian CPNS, Pilih Pertahankan PPPK

Pemkab Semarang Tahan Pengisian CPNS, Pilih Pertahankan PPPK

Pemkab Semarang Tahan Pengisian CPNS, Pilih Pertahankan PPPK

Ratusan PPPK di lingkungan Pemkab Semarang menerima Surat Keputusan pengangkatan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Desember 2025 silam. Foto: Diskominfo Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang memilih untuk tetap mempertahankan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di tengah meningkatnya beban belanja pegawai. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menyikapi kondisi keuangan daerah sekaligus menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, menjelaskan hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap PPPK. Pemerintah daerah justru berupaya menjaga keberlangsungan tenaga kerja tersebut.

“Sesuai arahan Bupati, kami masih mencoba mempertahankan PPPK. Untuk memutuskan hubungan kerja masih jauh lah,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Senin (6/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkab Semarang berencana tidak mengisi formasi pegawai negeri sipil (PNS) yang kosong akibat pensiun. Pada tahun 2026 ini, tercatat sekitar 409 PNS akan memasuki masa pensiun.

“Kami mencoba untuk tidak mengisi posisi yang ditinggalkan PNS pensiun, setidaknya sampai ada kebijakan baru dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Menurut Soekendro, kebijakan ini diambil karena rekrutmen PPPK sebelumnya bertujuan memberikan kepastian status bagi tenaga honorer. Namun di sisi lain, hal tersebut berdampak pada meningkatnya belanja pegawai di daerah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

“Saat ini, porsi anggaran belanja pegawai untuk ASN kita sekitar 27 persen dari APBD. Itu belum termasuk komponen PPPK secara keseluruhan, kurang lebih jumlahnya ada 400 orang,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan