KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang dan Kodim 0733 BS Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Kota Semarang

Pemkot Semarang dan Kodim 0733 BS Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Kota Semarang

Pemkot Semarang dan Kodim 0733 BS Bersinergi Turunkan Angka Stunting di Kota Semarang

[@]Keberhasilan penurunan angka stunting di kota Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, tidak bisa tercapai tanpa kontribusi dari berbagai pihak, termasuk Kodim (Komando Distrik Militer) 0733 BS Semarang yang secara aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung untuk menangani masalah stunting.

Dandim 0733 BS/Semarang Letkol Inf Honi Havana menyampaikan alasannya melaksanakan kegiatan ini adalah untuk membantu pemerintah daerah mengatasi stunting, “Alasan dilaksanakannya kegiatan ini yang pertama dalam rangka menyemarakkan kegiatan TMMD yang bersifat non-fisik. Di samping itu juga melaksanakan perintah pimpinan untuk membantu pemerintah daerah untuk mengatasi stunting,” terang Honi Havana belum lama ini.

Keterpaduan antara TNI bersama pemerintah daerah sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan serta sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini juga akan terus dilakukan dengan tahapan-tahapan yang akan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Semarang.

Letkol Inf Honi Havana juga menyampaikan harapannya mengenai sinergi ini, terkhusus mengenai penyelesaian masalah stunting di Kota Semarang, “Harapannya agar kegiatan sinergi Pemkot Semarang dan Kodim serta instansi lainnya dapat terus berjalan dalam rangka menekan angka stunting seperti target yang dicanangkan pemerintah,” tuturnya.

Kegiatan ini sendiri berupa kegiatan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami permasalahan stunting dan cara mencegah stunting. Dilanjutkan dengan memasak menu sehat untuk anak stunting maupun pemberian bantuan makanan tambahan dan susu bagi anak-anak stunting sebagai intervensi dalam pemenuhan kebutuhan.

Selama ini Program TMMD Sengkuyung yang sudah dijalankan di kota Semarang seperti TMMD di Kelurahan Tinjomoyo belum lama ini melibatkan DKK, Disdalduk KB, PMI dan Dinas Pertanian Kota Semarang. Penanganan stunting dalam Program TMMD merupakan salah satu prioritas selain masalah pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan kedaulatan pangan atau ketahanan pangan.

Atas kontribusi dan peran aktif dari Kodim tersebut, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu pun menyampaikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih. “Bahwa penanganan stunting ini harus dikeroyok bareng-bareng. Dan kita bersyukur, sinergi dan kolaborasi luar biasa mampu terwujud antara Pemkot dengan Kodim 0733 BS/Semarang,” pungkas Ita sapaan akrabnya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]