RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemotor Meninggal Dunia Usai Tertimpa Pohon Jati di Ngaliyan

Pemotor Meninggal Dunia Usai Tertimpa Pohon Jati di Ngaliyan

Pemotor Meninggal Dunia Usai Tertimpa Pohon Jati di Ngaliyan

SEMARANG – Pemotor asal Semarang meninggal dunia usai tertimpa pohon jati ketika melintas di jalan Palir Kaliancar, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Jumat (7/10/2022) sekira pukul 16.30 WIB.

Korban yang bernama Avieq Avendi warga Kampung Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan ini dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala. Saat kejadian pria berusia 31 tahun ini sedang membawa dua anaknya yang masih balita yakni perempuan berusia empat tahun dan anak laki-laki korban berusia menjelang tiga tahun.

“Iya luka parah di kepala, meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Komandan Lapangan Basarnas Semarang, Nurman.

Ia menerangkan, dari keterangan saksi mata, kejadian ini bermula ketika korban baru pulang kerja melintas menggunakan sepeda motor Supra X 125 dari arah utara (Pasar Mangkang) menuju ke selatan (Kaliancar). Korban ketika itu baru saja menjemput dua anaknya yang masih balita di rumah kakek-neneknya.

Nahas, setiba di lokasi kejadian korban tertimpa pohon jati yang berada di sisi barat jalan. “Kondisi pohon jati masih bagus, tidak ada angin atau hujan entah kenapa pohon bisa tumbang,” katanya.

Dirinya menerangkan korban memang melintasi jalan alternatif menuju ke Kaliwungu jalur Darupono. Kini jasad korban dibawa ke rumah sakit Tugu.

Sedangkan anak perempuan korban dibawa ke RS Permata Medika untuk mendapatkan perawatan medis. “Anak kecil yang laki-laki dibawa ke kantor Basarnas Gondorio karena belum ada keluarga yang datang,” bebernya.

Proses evakuasi pohon jati tumbang dilakukan oleh warga sekitar dengan dibantu Basarnas. Pohon jati selesai dievakuasi sekira selama 15 menit.

Diketahui, pohon tumbang ini mengarah ke timur dan sempat menghalangi badan jalan. Jalur alternatif itu sempat memperlambat arus lalu lintas.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran