URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kegiatan Kabupaten Semarang Bersholawat digelar Pemkab Semarang di RTH Klero, Tengaran, Sabtu (11/4/2026), menghadirkan Gus Ali Gondrong sebagai rangkaian HUT ke-505, untuk pemerataan pembangunan wilayah, dilaksanakan melibatkan lintas instansi serta mendorong partisipasi masyarakat dan UMKM lokal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perdana Digelar di Sisi Selatan Wilayah, Kabupaten Semarang Bersholawat 2026 Jadi Bukti Pemerataan Pembangunan

Perdana Digelar di Sisi Selatan Wilayah, Kabupaten Semarang Bersholawat 2026 Jadi Bukti Pemerataan Pembangunan

Perdana Digelar di Sisi Selatan Wilayah, Kabupaten Semarang Bersholawat 2026 Jadi Bukti Pemerataan Pembangunan

Kegiatan Kabupaten Semarang Bersholawat digelar Pemkab Semarang di RTH Klero, Tengaran, Sabtu (11/4/2026), menghadirkan Gus Ali Gondrong sebagai rangkaian HUT ke-505, untuk pemerataan pembangunan wilayah, dilaksanakan melibatkan lintas instansi serta mendorong partisipasi masyarakat dan UMKM lokal.
Foto Arief Rasika
Sekda kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro pimpin rapat pelaksanaan Kabupaten Semarang Bersholawt 2026
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang untuk pertama kalinya menggelar kegiatan besar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-505 di wilayah selatan. Acara Kabupaten Semarang Bersholawat 2026 akan dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Kecamatan Tengaran, pada Sabtu (11/4/2026).

“Pemilihan lokasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemerataan kegiatan di seluruh wilayah,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro usai memimpin rapat pengecekan akhir persiapan acara di Balai Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, selama ini kegiatan besar Pemkab Semarang kerap dipusatkan di wilayah Ungaran. Namun pada peringatan HUT kali ini, pemerintah mencoba menghadirkan suasana berbeda dengan menggelar acara di wilayah selatan.

“Ini menjadi bukti bahwa Pemkab Semarang juga memperhatikan wilayah selatan, sebagai bagian dari upaya pemerataan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan Kabupaten Semarang Bersholawat merupakan salah satu rangkaian utama dalam peringatan HUT ke-505 Kabupaten Semarang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rapat pengecekan persiapan diikuti oleh berbagai unsur terkait, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Bagian Kesra Setda Kabupaten Semarang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Kesbangpol, Camat Tengaran, hingga Pemerintah Desa Klero.

Sementara itu, puncak acara akan menghadirkan ulama kharismatik, KH Muhammad Ali Shodiqin atau yang dikenal sebagai Gus Ali Gondrong, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ni’mah di Semarang.Kepala Desa Klero, Winarno menyebut penunjukan lokasi Kabupaten Semarang Bersholawat 2026 di RTH Klero menjadi bukti bahwa Pemkab kini mulai memperhatikan wilayah selatan. Dirinya berharap dengan acara ini geliat ekonomi warga akan terasa, apalagi sektor UMKM desa Klero bisa merasakan manfaat salah satunya bisa berjualan disekitar Lokasi. Termasuk Bumdes akan lebih berdaya

Valeanto Soekendro saat diwawancara Rasika

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved