RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Peringati 10 Muharram, Yayasan Assalamah Ungaran Santuni Anak Yatim Penyintas Covid-19

Peringati 10 Muharram, Yayasan Assalamah Ungaran Santuni Anak Yatim Penyintas Covid-19

Peringati 10 Muharram, Yayasan Assalamah Ungaran Santuni Anak Yatim Penyintas Covid-19

Yayasan Assalamah Ungaran memberikan santunan berupa uang tunai dan bahan makanan kepada yatim piatu yang ortunya meninggal sebagai penyintas Covid-19, Kamis (19/8/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Dalam rangka memperingati 10 Muharram atau biasa disebut Hari Asyura, Yayasan Assalamah Ungaran mengadakan kegiatan rutin berupa Pengusapan dan Santunan Yatim Piatu. Kegiatan tersebut selalu diadakan Yayasan Assalamah sejak pertama berdiri hingga sekarang.

“Santunan ini diadakan sebagai wujud kepedulian kami terhadap anak yatim piatu. Apalagi pada Hari Asyura kita disunnahkan banyak bersedekah,” ungkap Ketua Yayasan Assalamah Ungaran Muhammad Anis Husein usai memberikan santunan, Kamis (19/8/2021).

Dijelaskan Anis, maksud dari kegiatan ini adalah sebagai sarana belajar berempati dan peduli kepada anak yatim piatu.

“Mereka (yatim piatu) adalah golongan orang yang luar biasa dalam menerima takdir Allah dan mereka juga sebagai pembuka pintu kebaikan yg diridhoi Allah. Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara Yayasan, pihak sekolah, wali peserta didik juga peserta santunan,” ungkapnya.

Santunan kali ini juga menyasar anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

“Sedikitnya ada 80 anak yatim yang berasal dari Yayasan Assalamah Ungaran dan sekitarnya. Dari jumlah itu, terdapat juga yatim piatu yang orang tuanya meninggal sebagai penyintas Covid-19. Mereka diberikan santunan berupa uang tunai dan bahan makanan,” ungkap Anis.

Pada bagian akhir, Anis berharap kegiatan sosial semacam ini bisa terus terlaksana tanpa menunggu momen tertentu.

“Harapan kami dengan kegiatan ini bisa lebih peduli dengan lingkungan sekitar bahwa ada orang yg perlu kita perhatikan dan kita bantu. Semoga kami bisa istiqomah dalam mengadakan kegiatan khususnya kegiatan kepedulian antar sesama demi menjaga tali silaturahmi, belajar berempati dan berbagi rezeki,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran