URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Semarang memperingati hari Pertempuran Lima Hari di Semarang di Halaman Museum Mandala Bakti Kami (14/10/2021) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang, Hendi Sampaikan Perjuangan Melawan Covid-19

Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang, Hendi Sampaikan Perjuangan Melawan Covid-19

Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang, Hendi Sampaikan Perjuangan Melawan Covid-19

featured-img

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memperingati hari Pertempuran Lima Hari di Semarang di Halaman Museum Mandala Bakti Kami (14/10/2021) malam.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang menjadi pemimpin upacara tersebut menyampaikan jika peringatan ini dilakukan sederhana karena Kota Semarang belum benar-benar aman dari Covid-19 dan masih berada di level 2.

“Tapi yang paling penting, kami ingin mengingatkan warga jika 76 tahun yang lalu ada pertempuran dahsyat dimana para pejuang mengorbankan nyawa, tenaga, pikiran, dan bercucuran darah untuk mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya.

Hendi mengatakan, jika zaman sekarang kita juga masih bersama-sama berjuang seperti para pahlawan Semarang di zaman dulu. Bedanya, lanjut Hendi, kini perjuangannya adalah dengan melawan Covid-19.

“Tarik benang merah, kalau dahulu mempertahankan kemerdekaan. Tentu saja, perjuangan sekarang bagaimana kita bisa lepas dari persoalan Covid-19,” bebernya.

Selain berjuang dari sisi kesehatan, Hendi mengajak masyarakat untuk berjuang bersama-sama dalam mengatasi dampak pandemi di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan ikut kembali bangkit.

“Bagaimana caranya kesehatan, sosial budaya, ekonomi bisa bangkit. Silaturahmi yang sempat terputus karena Covid-19 kembali berjalan tentunya dengan protokol kesehatan (prokes) ketat,” pungkasnya.

Untuk saat ini, walaupun secara statistik di Kota Semarang berada di level 1, namun pihaknya tetap mengajak masyarakat berjuang bersama dalam menurunkan status tersebut.

“Berbicara aglomerasi, semua harus kemudian bareng-bareng menuju level 1,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar menambahkan, peringatan kali ini memang berbeda. Peringatan ini tidak menghadirkan veteran seperti tahun sebelumnya karena ada beberapa veteran yang sedang sakit.

“Kami doakan, kami silaturahmi dengan mereka,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved