RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Perkuat Pertahanan Siber, Pemkab Semarang Kini Miliki CISRT

Perkuat Pertahanan Siber, Pemkab Semarang Kini Miliki CISRT

Perkuat Pertahanan Siber, Pemkab Semarang Kini Miliki CISRT

(Foto/win)
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat memberikan sambutan dalam acara launching CSIRT dan Command Center di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (16/5/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang menginisiasi pembentukan computer security incident response team (CSIRT). Ini merupakan yang ke-11 di Jawa Tengah dan sesuai perkembangan teknologi informasi.

Disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati, maksud dan tujuan pembentukan tim tanggap insiden siber tersebut sebagai wadah untuk merespon bila terjadi ancaman, serangan atau bencana di bidang siber.

“Diharapkan dengan adanya tim CSIRT ini akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pengelolaan sistem keamanan informasi baik di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat,” ungkapnya usai launching CISRT dan Command Center di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (16/5/2023).

Selain berfungsi sebagai penguatan keamanan informasi di Kabupaten Semarang, lanjut Wiwin, kehadiran CSIRT diharapkan dapat menciptakan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat saat memanfaatkan pelayanan siber.

“Sehingga meminimalisir adanya korban kejahatan siber yang belakangan ini kembali marak, terutama melalui media sosial,” terangnya.

Selain CSIRT, kegiatan ini juga dirangkai dengan peresmian command center Pemkab Semarang yang berada di lantai 2 Gedung A Setda Kabupaten Semarang. Command center dilaksanakan sebagai titik awal integrasi data Kabupaten Semarang menuju Satu Data Indonesia, sesuai amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Karena merupakan titik awal, maka informasi yang disajikan belum sempurna, dan secara bertahap akan terus dilengkapi oleh seluruh stakeholder Kabupaten Semarang, termasuk ke depannya integrasi CCTV serta informasi data peta kewilayahan yang masih dikoordinasiakan dengan Badan Informasi Geospasial Bogor,” imbuhnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam sambutannya mengatakan tim pencegahan, penanganan dan serangan dibidang siber ini telah dibentuk mulai dari tingkat Kabupaten sampai dengan Kecamatan.

“Tim ini diharapkan mampu merespon kendala keamanan teknologi informasi di Kabupaten Semarang, secara cepat, tepat serta dapat melaksanakan fungsi data dan informasi di Pemerintah Daerah secara optimal,” katanya.

Sedangkan terkait command center, orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini mengakui masih banyak kekurangan karena fasilitas ini dimaksudkan sebagai embrio integrasi data.

“Maka pada kesempatan ini saya meminta seluruh Kepala OPD, bersama-sama berkolaborasi mengisinya secara realtime. Mengisi data tidak harus menunggu akhir tahun, karena kondisi lapangan terus berjalan dinamis. Saya juga meminta jangan lagi ada server data yang terpisah–pisah. Jangan ada lagi pembangunan aplikasi baru tanpa perencanaan yang baik. Maksimalkan replikasi aplikasi berbagi pakai di sekitar kita, baik di Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang telah tersertifikasi,” tegasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani