RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Permintaan untuk Kebutuhan Syukuran Tinggi, Harga Cabai Merah Keriting Melonjak

Permintaan untuk Kebutuhan Syukuran Tinggi, Harga Cabai Merah Keriting Melonjak

Permintaan untuk Kebutuhan Syukuran Tinggi, Harga Cabai Merah Keriting Melonjak

UNGARAN – Para petani cabai di sentra produksi cabai di Kabupaten Semarang bisa sedikit sumringah. Mereka mendapatkan peluang untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang tetap menjanjikan. Sebab di saat harga komoditas cabai rawit merah berangsur- angsur turun mendekati harga normal, mereka masih dapat menikmati harga panen cabai keriting merah yang kini relatif lebih menjanjikan.
Suyatno (55), salah seorang petani di Desa Munding, Kecamatan Begas mengatakan saat ini harga cabai  keriting merah sedang bagus- bagusnya di tingkat petani. Ia mengaku, saat menjual hasil panen cabai keriting merah di pasar Jimbaran, Kecamatan Bandungan bisa laku Rp 50.000 per kilogram.
“Saat ini kan musimnya kemarau basah, yang penting rajin menyiram produksi cabai keriting cukup bagus,” ujarnya di Ungaran, Selasa (23/8/2022).
Menurutnya kenaikan harga ini banyak dipengaruhi oleh permintaan pasar yang terus meningkat.
“Akhir-akhir ini kan banyak warga yang menggelar tasyakuran acara HUT Kemerdekaan RI, sehingga pemintaan cabai keriting merah juga tinggi,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Antoni Cahyono (43), salah seorang petani cabai asal Dusun Geblog, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Ia mengatakan masa kejayaan komoditas cabai rawit merah bagi para petani memang telah berlalu dan sekarang saatnya harga komoditas cabai keriting merah yang sangat menjanjikan bagi para petani di desanya.
“Saat ini harga cabai rawit merah di tingkat petani hanya berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram, sedangkan harga cabai keriting merah mencapai Rp 50.000 per kilogram,” jelasnya.
Menurutnya, saat harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp 80.000 di tingkat petani beberapa waktu lalu, harga cabai keriting merah di tingkat petani jauh lebih rendah, yakni berkisar Rp 25.000 per kilogram.
“Walaupun ada komoditas yang harganya turun, komoditas yang lain harganya justru semakin menjanjikan,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran