URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemkot Salatiga menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk pertama kalinya di Lapangan Alun-Alun Pancasila Salatiga pada Senin (24/7/2023). Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-1.273 Kota Salatiga. Dalam suasana yang beratapkan tenda, para pejabat menyelenggarakan rapat di tengah keramaian warga yang juga merayakan hari jadi kota ini. Rapat di tempat terbuka ini menjadi sejarah baru bagi Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama Kalinya, Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Salatiga Digelar di Lapangan Pancasila

Pertama Kalinya, Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Salatiga Digelar di Lapangan Pancasila

Pertama Kalinya, Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Salatiga Digelar di Lapangan Pancasila

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Untuk pertama kalinya Pemkot Salatiga menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Lapangan Alun-Alun Pancasila Salatiga, Senin (24/7/2023).

Pelaksanaan rapat paripurna itu dilakukan dalam rangka bertepatan dengan HUT ke-1.273 Kota Salatiga.

Beratapkan tenda, para pejabat yang melaksanakan rapat itu berada di tengah-tengah keramaian warga sekitar yang juga merayakan hari jadi kota tersebut.

Rapat di tempat terbuka kali ini menjadi kali pertama dalam sejarah di Kota Salatiga.

Menurut penuturan Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi, sejumlah hal yang menjadikan rapat itu istimewa yakni dihadiri oleh sejumlah kepala daerah yang sudah purna, ratusan Ketua RW, serta pejabat daerah lain yang menjadi tamu undangan.

“Kami hadirkan tokoh masyarakat bergabung jadi satu,” ungkap Sinoeng.

Ribuan masyarakat yang datang memeriahkan HUT Kota Salatiga tersebut juga disuguhi makanan gratis atau kenduri bersama.

Terdapat 50 stan kuliner dengan berbagai macam jenis makanan dan minuman di lapangan tersebut yang diserbu habis oleh para warga.

Ke depannya, Sinoeng melanjutkan bahwa acara sejenis akan dikemas menjadi salah satu kegiatan pariwisata tahunan di Kota Salatiga.

Dia membeberkan bahwa dirinya juga melihat beberapa turis asing yang turut datang berbaur dengan warga dan menyaksikan gelaran rapat paripurna.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit mengatakan, antusiasme masyarakat dalam acara itu sangat tinggi.

Ini terlihat dari keramaian dan lalu lalang warga di lapangan dan di jalan-jalan sekitar Alun-Alun Pancasila.

“Jadi Hari Jadi Kota Salatiga ini juga hari jadi semua, hari jadi rakyat juga.”

“Sehingga ini momentum bersama untuk berbahagia,” kata pria yang kerap disapa Bung Dance tersebut.

Terdapat juga perwakilan sejumlah Kepala Daerah di Jawa Tengah, meliputi Temanggung, Surakarta, Kota Semarang, serta Kabupaten Boyolali.

Seusai acara itu, Sinoeng dan Dance melakukan potong tumpeng dan pemukulan kentongan sebagai tanda pembukaan kenduri rakyat yang diikuti oleh para pejabat se-Kota Salatiga dan masyarakat.

 

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit saat diwawancarai media.

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'