URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan pemantauan terhadap lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah guna mencegah penyebaran penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) juga turut mengambil langkah-langkah pengawasan dan pelatihan demi memastikan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Pantau Lalu Lintas Hewan Kurban Antisipasi Penyebaran Penyakit Menjelang Idul Adha

Polda Jateng Pantau Lalu Lintas Hewan Kurban Antisipasi Penyebaran Penyakit Menjelang Idul Adha

Polda Jateng Pantau Lalu Lintas Hewan Kurban Antisipasi Penyebaran Penyakit Menjelang Idul Adha

Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan pemantauan terhadap lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah guna mencegah penyebaran penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) juga turut mengambil langkah-langkah pengawasan dan pelatihan demi memastikan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Foto:/IST
Stok sapi jenis Rote Ongole (RO) di kandang milik Kelompok Tani Ternak "Cablaka" Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, yang telah dipesan untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
featured-img

Cilacap – Kepolisian Daerah Jawa Tengah memantau lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah guna mengantisipasi adanya ternak yang menderita penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

“Masalah PMK dan LSD memang menjadi atensi kami terutama mendekati Hari Raya Idul Adha,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Polisi M. Iqbal Alqudusy di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, seluruh personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di wilayah Polda Jateng bersama satuan tugas lainnya akan melakukan pengawasan terhadap ternak-ternak yang bakal dijadikan hewan kurban.

Menurut dia, pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan di masing-masing wilayah juga terhadap lalu lintas ternak terutama yang berasal dari luar daerah.

“Nanti kami akan bekerja sama dengan stakeholders (para pemangku kepentingan) dalam pengawasan terhadap lalu lintas ternak yang masuk wilayah Jateng,” tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Cilacap Susilan mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pengawasan terhadap ternak yang akan dijadikan hewan kurban.

Menurut dia, langkah-langkah tersebut di antaranya pengecekan stok hewan kurban ke sentra-sentra ternak kambing dan sapi serta memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan ternak yang dilakukan oleh dokter hewan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan penyakit pada ternak.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan ante mortem terhadap hewan kurban sebelum disembelih dan pemeriksaan post mortem terhadap ternak kurban yang telah disembelih,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya akan mengawasi lalu lintas hewan kurban di pos-pos pengawasan ternak meskipun tidak seketat saat PMK maupun LSD merebak.

Pihaknya akan memberikan surat keterangan sehat terhadap ternak yang tidak terindikasi menderita penyakit menular yang berbahaya bagi kesehatan.

Dinpertan Kabupaten Cilacap bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) juga akan menggelar pelatihan juru sembelih halal (juleha), baik untuk penyembelihan unggas, ternak kecil, maupun ternak besar.

“Besok kami bersama PHBI akan menghadap Bupati Cilacap terkait rencana pelatihan juleha yang direncanakan akan digelar dua kali dengan tujuan agar para juru sembelih kita bisa menyembelih ternak sesuai dengan tuntunan agama Islam,” tegasnya.

BACA JUGA :

Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon