RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi jembatan Sungai Sigandu yang berada di Dusun Cemanggah Kidul, Desa Branjang Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengkhawatirkan. Jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Branjang dan Kalisidi itu tampak menganga di bagian pondasi akibat tergerus aliran sungai.
Tak hanya itu, badan jembatan juga telah berlubang di beberapa bagian sehingga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Palang berupa bambu juga dipasang di sekitar jembatan sebagai peringatan agar kendaraan roda empat tidak melintas.
Ihsan Maulana (35), salah seorang warga setempat menuturkan kerusakan jembatan terjadi sejak satu bulan yang lalu. Penyebabnya adalah talud jembatan yang runtuh terkikis arus sungai.
“Sudah tidak ada penyangganya dari bawah, sehingga kalau ada motor atau mobil yang lewat sangat berbahaya,” ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (4/12/2025).
Menurut Ihsan, jembatan ini sangat penting sebagai akses tercepat penghubung Desa Branjang dan Kalisidi.
“Sebenarnya ada jalur lain tapi harus muter 2 kilometer, ditambah licin dan cukup terjal. Banyak kejadian motor jatuh kalau lewat sana,” ungkapnya.
Dikatakan Ihsan, sebelumnya sudah ada peninjauan akan tetapi warga belum mengetahui tentang rencana perbaikannya. Untuk sementara, warga berinisiatif membuat jembatan darurat menggunakan anyaman bambu.
“Jika sewaktu-waktu roboh, warga masih bisa lewat meski harus ekstra hati-hati,” paparnya.
Salah seorang pengguna jalan, Zulfa Amalia mengaku sering melintasi jembatan ini dengan alasan rute terdekat. Ia khawatir jembatan bisa roboh sewaktu-waktu.
“Ngeri dan takut juga kalau pas lewat. Mau muter jalurnya jauh dan licin,” katanya.
Sementara Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy yang melakukan pemantauan di lokasi tersebut sebelumnya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana alam.
“Kejadian bencana tidak dapat diduga. Mitigasi awal dan respons cepat menjadi langkah penting dalam mencegah serta menanggulangi bencana di wilayah Kabupaten Semarang,” tegasnya.
Ratna meminta seluruh personel lebih peka terhadap kondisi lingkungan di tempat tinggal masing-masing. Ia menekankan pentingnya pemantauan bersama warga dan perangkat desa untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini, serta segera melaporkannya ke pimpinan.
“Kami juga telah mengimbau warga agar tidak menggunakan akses jembatan tersebut,” timpalnya. (win)