URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pelajar SMP berinisial KWE (13) tewas dalam kecelakaan tunggal diduga terkait rencana perang sarung. Peristiwa dijelaskan Kapolres Semarang Ratna Quratul Ainy di Ungaran, Rabu (25/2/2026). Kejadian berlangsung di Dusun Kendal, Desa Jetak, Getasan, Minggu (22/2/2026) dini hari. Korban menabrak pohon saat melarikan diri tanpa lampu motor dan meninggal usai dirawat di rumah sakit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Hendak Perang Sarung, Pelajar SMP di Getasan Tewas Tabrak Pohon

Diduga Hendak Perang Sarung, Pelajar SMP di Getasan Tewas Tabrak Pohon

Diduga Hendak Perang Sarung, Pelajar SMP di Getasan Tewas Tabrak Pohon

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan tunggal yang menewaskan pelajar SMP di Dusun Kendal, Desa Jetak, Getasan, Minggu (22/2/2026). Foto: Satlantas Polres Semarang/ IST
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan tunggal yang menewaskan pelajar SMP di Dusun Kendal, Desa Jetak, Getasan, Minggu (22/2/2026). Foto: Satlantas Polres Semarang/ IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang pelajar SMP berinisal KWE (13) asal Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang harus meregang nyawa usai terlibat kecelakaan tunggal menabrak sebuah pohon di Dusun Kendal, Desa Jetak, Minggu (22/2/2026) dini hari.

Peristiwa tragis ini diduga berawal dari indikasi adanya perang sarung antara korban dengan kelompok lawan setelah adu tantangan melalui pesan WhatsApp.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menemukan korban dalam kondisi terluka parah usai kecelakaan tunggal. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh anggota Polsek Getasan.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang menolong korban, kemudian melapor ke Polsek. Korban dibawa ke rumah sakit dan sempat dirawat, namun malam itu mengalami gagal napas dan dinyatakan meninggal dunia pada pagi hari,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Rabu (25/2/2026).

Polisi selanjutnya mengamankan tiga rekan korban untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pada malam kejadian korban bersama tiga temannya berjumlah empat orang. Mereka mengaku diajak korban untuk bertemu dengan kelompok lain.

“Namun saat tiba di lokasi, jumlah kelompok lawan disebut lebih banyak. Merasa kalah jumlah, mereka memilih melarikan diri,” lanjutnya.

Saat melarikan diri itulah kecelakaan terjadi. Sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melaju tanpa menyalakan lampu dalam kondisi gelap. Korban berada di posisi depan, duduk di antara jok dan stang, sementara dua rekannya berada di belakang.

“Jadi lampu motor bagian depan korban ini mati. Sesampainya di tikungan, pengendara tidak berbelok ke kiri melainkan lurus ke depan. Di depan ada pohon sehingga motor menabrak pohon tersebut. Korban yang berada di antara jok dan stang terjepit,” jelasnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.

“Korban mengalami gagal nafas sebanyak tiga kali hingga akhirnya meninggal dunia,” urainya.

Terkait dugaan perang sarung, Ratna menyebut informasi diperoleh dari keterangan teman-teman korban. Polisi menemukan satu sarung di lokasi kejadian dalam kondisi belum terikat.

“Dari bukti yang kami ambil hanya ditemukan satu sarung dan masih lurus belum diikat. Kemungkinan mereka akan melakukan perang sarung, namun karena kalah jumlah akhirnya meninggalkan lokasi,” pungkasnya.

Aksi tersebut diketahui berawal dari ajakan melalui pesan WhatsApp antar teman, bukan antar kampung. Seluruhnya merupakan pelajar SMP di Salatiga.

Pihaknya masih melakukan pendalaman dan mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa terulang. (win)

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan di Argotelo Salatiga, Kamis (18/6/2026), melalui pelatihan, business matching, hingga akses jaringan perdagangan internasional.
Kunjungi Argotelo Salatiga, Mendag Busan ajak UMKM Tembus Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner,...
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh...
18 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13
18 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah pesisir Semarang dan Perairan Semarang–Demak terjadi pada Kamis (18/6/2026) antara pukul 10.00 hingga...
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara tidak merata pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 50–80 persen.
18 Juni 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Wilayah Pegunungan
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi...
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat menggelar demonstrasi di depan DPRD Kota Salatiga, Rabu (17/6/2026), untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional dan...
Muat Lebih

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab