KABAR RASIKA

Evakuasi Truk Trailer Terjun ke Parit di JLS Salatiga Memaksa Arus Lalin Dialihkan ke Kota

Evakuasi Truk Trailer Terjun ke Parit di JLS Salatiga Memaksa Arus Lalin Dialihkan ke Kota

Evakuasi Truk Trailer Terjun ke Parit di JLS Salatiga Memaksa Arus Lalin Dialihkan ke Kota

Evakuasi truk trailer yang terjun ke parit sedalam empat meter dilakukan Satlantas Polres Salatiga di Jalan Lingkar Salatiga, Kumpulrejo, Jumat (20/2/2026). Proses berlangsung 1,5 jam karena menggunakan crane, sehingga arus dialihkan guna mencegah kemacetan pascakecelakaan akibat rem mengunci.
foto Arief Rasika
Proses Evakuasi Truk berlangsung lebih dari 1 jam

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Proses evakuasi truk trailer yang terjun ke parit sedalam kurang lebih empat meter di Jalan Lingkar Salatiga, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, memakan waktu sekitar satu setengah jam. Pengangkatan badan kendaraan dengan alat berat membuat petugas menutup sementara arus lalu lintas dan mengalihkannya ke jalur dalam kota.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga, AKP Henry Sylistyanta DS, mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mencegah kepadatan kendaraan selama proses evakuasi berlangsung.

“Kurang lebih sekitar satu jam setengah untuk evakuasi. Kita melaksanakan penutupan dari arah Blotongan untuk dialihkan ke jalur kota dulu, karena mengingat pakai kren menutup jalan yang arah ke Cebongan,” ujar Henry saat ditemui Jumat (20/2/2026) dilokasi.

Kecelakaan terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu arus kendaraan relatif lengang. Truk diduga hilang kendali sebelum membanting setir ke kiri dan masuk ke kali di sisi jalan menurun tersebut.

“Peristiwanya terjadi Selasa sore sekitar pukul 15.15 wib. Arus tidak begitu ramai, akhirnya truk banting ke kiri dan masuk ke kali,” katanya.

Sedikitnya 10 personel diterjunkan untuk pengamanan dan pengaturan arus. Penutupan dilakukan dari arah Blotongan serta di putaran atas Salib Putih untuk mengurai kepadatan.

“Untuk sementara kita melibatkan 10 personel, penutupan dari arah Blotongan, terus putaran atas Salib Putih, agar tidak mengganggu arus lalu lintas kita arahkan ke dalam kota dulu,” ujarnya.

Satu unit crane dan satu unit derek dikerahkan untuk mengangkat dan membawa kendaraan ke lokasi penyimpanan barang bukti.

“Untuk alat berat satu crane dan satu derek untuk membawa badan truk,” kata Henry.

Ia memastikan seluruh proses berjalan aman. “Saat proses evakuasi arus terkendali, aman, lancar, tertib. Berkat bantuan masyarakat juga yang ikut mendukung kelancgaran lalu lintas,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, turunan tajam di Jalan Lingkar Salatiga menjadi akhir perjalanan truk trailer tanpa muatan bernomor polisi B 9678 THE pada Selasa (17/2/2026) sore. Kendaraan yang dikemudikan Solikin, warga Pati, melaju dari Semarang menuju Boyolali untuk mengambil muatan onderdil ekskavator.

Saat memasuki ruas menurun, rem belakang kiri disebut mengunci. Trailer kehilangan kendali, oleng ke kiri, menghantam pembatas jalan dan pohon, lalu terguling ke parit. Pembatas beton di tepi jalan pecah. Di dasar jurang, kabin ringsek berat, bagian depan penyok, kaca pecah, bodi terlipat.

Agus, rekan sopir korban, menyebut kejadian berlangsung cepat. “Rem belakang kiri mengunci. Tahu-tahu sudah oleng,” ujarnya di lokasi.

Solikin selamat dengan luka pada kaki dan tangan, kemudian dilarikan ke RSUD Kota Salatiga untuk perawatan. Karena kecelakaan tunggal, penanganan dilakukan tanpa proses hukum lanjutan.

Kasatlantas AKP Henry berikan keterangan media

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px