URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pramuka Tengaran Bantu Kelancaran lalin Selama Arus Mudik Dipasar Kembangsari

Pramuka Tengaran Bantu Kelancaran lalin Selama Arus Mudik Dipasar Kembangsari

Pramuka Tengaran Bantu Kelancaran lalin Selama Arus Mudik Dipasar Kembangsari

featured-img
Sejumlah anggota Pramuka dari kwaran Tengaran tampak ikut membantu Mengatur arus lalin di depan Pasar kembangsari senin 10 mei pagi

Ada yang beda saat kita melintas didepan Pos Pengamanan Pasar Kembangsari di Operasi Ketupat Candi 2021 Polres Semarang.  Selain anggota kepolisian dan TNI juga terdapat adik adik pramuka…..

Ya…… Karena Mulai tanggal 8 mei ini belasan anggota Pramuka yang tergabung dalam Kwartir Ranting Tengaran ikut membantu di Pos lebaran. Kegiatan ini merupakan program kwarda Jateng yakni Pramuka peduli “Aksi Karya Bhakti Lebaran 2021” sekaligus sebagai bentuk nyata pengamalan Dasa Darma Pramuka.

Kepada rasikafm.com Ka Kwartir ranting Pramuka Kecamatan Tengaran Kakak Sipyadi S.Pd. M.Si menjelaskan jika Kegiatan ini merupakan bhakti dari anggota Saka Kwarran Tengaran yang terdiri dari beberapa adik-adik  SMK dan  SMA di Tengaran.

“keberadaan mereka ikut membantu Polisi mengatur jalan dan membagikan masker guna mencegah Penyebaran Covid-19 terutama dipasar Kembangsari” ungkap Sipyani.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=G829vzvclvE[/embedyt]
(Ka kwaran Tengaran kakak Sipyani saat memberikan keterangan media terkait giat di Pospam)

Sipyani menambahkan selain berada di Pospam anggota Pramuka yang lain juga turun ke pasar memberikan edukasi pentingnya penggunaan masker dan penerapan 5 M.

” Pramuka sadar betul pandemi ini belum berakhir untuk itu kami membantu pemerintah mencegah penularan covid salah satunya dengan membagikan masker, apalagi dalam kegiatan sebelumnya pramuka Tengaran juga pernah memberikan masker di pasar” tambahnya

Sementara itu Koordinator / penanggungjawab Aksi Karya Bakti lebaran 2021 Kwarran Tengaran kakak Diarti, S.Sn  selaku Andalan Binamuda Kwarran Tengaran menyebutkan jika adik adik Pramuka yang terjun kali ini berasal dari SMK Tengaran, SMK Nusa Persada,  SMK MAN 2  Semarang,  SMA Assalafi Serta SMA 1 Susukan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=uX4YJHdNPvE[/embedyt]
(Ka pospam Tengaran iptu Muh Ali saat menjelaskan arus lalin)

Pantauan Rasika FM keberadaan anggota Pramuka dari Tengaran ini cukup membantu pemudik. Bahkan pedagang yang menyampaikan terima kasih karena telah diberi masker dan juga diberikan sosialisasi pentingnya protkers dengan melaksakanan 5 M (rief)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan