URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pria menjadi korban kekerasan oleh pemabuk ketika sedang asyik nongkrong di sebuah angkringan yang terletak di jalan Sendangguwo Selatan, Kecamatan Tembalang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pria Asal Tembalang Jadi Korban Kekerasan Oleh Pemabuk

Pria Asal Tembalang Jadi Korban Kekerasan Oleh Pemabuk

Pria Asal Tembalang Jadi Korban Kekerasan Oleh Pemabuk

featured-img

SEMARANG – Seorang pria menjadi korban kekerasan oleh pemabuk ketika sedang asyik nongkrong di sebuah angkringan yang terletak di jalan Sendangguwo Selatan, Kecamatan Tembalang.

Korban bernama Ahmad Sofiyan (42) warga Sendangguwo, Kecamatan Tembalan sedangkan pelaku pemukulan bernama Subiyanto (55) warga Pancoran, Jakarta Selatan.

Kapolsek Temnalang, Kompol R Arsadi KS mengatakan, pelaku yang merupakan kuli bangunan itu berbuat onar di angkringan dalam kondisi mabuk pada Jumat (31/12/2021) sekira pukul 23.15 WIB. Ia mengamuk tanpa sebab yang jelas di saat malam pergantian tahun hingga menghajar korban.

“Ga ada dendam, itu awalnya korban mau makan, dipanggil pelaku tidak mau mendekat. Kemudian dipukuli,” katanya kepada wartawan Rabu (5/1/2021).

Aksi pemukulan bermula saat pelaku datang ke angkringan mengendarai motor Supra. Tiba-tiba ia memanggil korban di depan angkringan namun korban enggan mendekat lantaran pelaku dalam kondisi mabuk.

Pelaku kemudian turun dari motornya lalu mendekati korban. Tanpa sepatah kata pun pelaku langsung menghujani kepala korban dengan bogem mentah.

Pelaku memukuli korban sebanyak tiga kali mengarah ke kepala.Akibatnya korban mengalami pendarahan di hidung, memar di wajah dan merasa pusing.

Beruntung aksi pemukulan itu tidak berlanjut lantaran warga sekitar melerainya. Korban yang tak terima atas perlakukan pelaku lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Tembalang sealigus menyertakan bukti surat Visum Et Repertum (VER) dari RS Bhayangkara Semarang.

“Dari laporan itu kami tangkap pelaku di sekitar Sendangguwo, tak berselang lama selepas kejadian,” kata Arsadi.

Pelaku kini masih mendekam di ruang tahanan Polsek Tembalang. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam kasus penganiyaaan Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan