KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Program Mageri Segoro, Polrestabes Semarang Tanam Ribuan Bibit Mangrove Di Pantai Tirang Mijen

Program Mageri Segoro, Polrestabes Semarang Tanam Ribuan Bibit Mangrove Di Pantai Tirang Mijen

Program Mageri Segoro, Polrestabes Semarang Tanam Ribuan Bibit Mangrove Di Pantai Tirang Mijen

Ia menyebut pihaknya akan menanam puluhan ribu bibit pohon mangrove sesuai arahaan dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

“Hari ini sebanyak 2000 pohon mangrove kita tanam dan nantinya secara bertahap akan kita tanam sebanyak 42500 pohon mangrove ditepi laut kota Semarang,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, penanaman pohon mangrove sendiri mempunyai manfaat ekologis diantaranya sebagai filter laut, mencegah abrasi dan juga sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, berkembang biak binatang laut.

Sementara untuk manfaat ekonomis, hutan mangrove dapat menjadi obyek wisata dan juga kebutuhan hidup masyarakat sekitar.

Kedepan, Irwan menegaskan selain mageri segoro, Polrestabes Semarang akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Semarang juga akan melaksanakan program Mageri Kota.

“Rencananya setelah kegiatan mageri segoro ini, kita sudah berkoordinasi dengan Pemkot Semarang akan melanjutkan program Mageri Kota yakni sasarannya di tepian bantaran kali atau sungai di kota Semarang seperti di wilayah kaligawe,” ucapnya.

Penanaman pohon mangrove di tepian pantai tirang yang dilakukan oleh personel Polrestabes Semarang bersama instansi lintas sektoral lainnya yang dihadiri oleh Forkopimda Kota Semarang juga menggandeng mahasiswa serta para petani mangrove.

Salah satunya, Surori sebagai petani mangrove dari kelompok tani mangrove lestari di kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang. Dalam kesempatan tersebut Surori mengapresiasi program Polda Jateng Mageri Segoro.

“Sangat bagus sekali respon dari bapak Kapolda Jawa Tengah bentengi laut atau bentengi segoro, istilahnya sebelum habis kita tanami dulu, karena sangat banyak sekali manfaatnya apabila pohon mangrove sudah tumbuh bagus. Makanya kota Semarang harus mempunyai hutan mangrove,” paparnya.

Terpisah, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi memerintahkan jajaran Polres untuk melaksanakan program Mageri Segoro ini dalam rangka menjaga ekosistem laut dan pemulihan ekonomi masyarakat di pesisir pantai.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk terkait wilayah pantai kita yang terkena abrasi, wilayah pantai kita dalam rangka meningkatkan ekosistem laut. Kita lakukan serentak di 16 Polres, setiap Polres 50ribu sampai 70ribu bibit pohon mangrove,” tutupnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]