RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Salatiga meluncurkan program baru NGOPI, alias Ngobrol Pagi. Dalam acara ini menyajikan dialog interaktif dengan gaya santai, informatif dan penuh inspirasi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Agus Dwi Budiono, S.Sos bertindak sebagai host, dengan menghadirkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto SE., MM sebagai guest star.

Yuliyanto menjelaskan perihal pelaksanaan vaksin booster, dimana masyarakat diharapkan bisa mengikuti vaksin ketiga ini dengan tertib dan baik. Karena dengan mengikutinya, masyarakat akan semakin sehat dan produktif.

“ Mari menjaga kesehatan bersama, agar masyarakat semakin sadar menjaga protokol kesehatannya. Ayo warga salatiga untuk ikut vaksin booster, semoga imun tubuh kita semakin sehat dan kuat sehingga Salatiga hebat, masyarakat semakin produktif,” ungkap Wali Kota

Saat ditanya soal menjaga kesehatan, Wali Kota mengungkapkan bahwa dirinya selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya dengan rutin berolahraga.

“ Ini masalah mengatur waktu. Kapan harus berkegiatan dinas, kapan harus melayani masyarakat, kapan harus berinteraksi dengan keluarga dan kapan harus berolahraga. Semua harus diatur dengan berinteraksi secara baik,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menjelaskan suka dukanya menjadi Wali Kota Salatiga bersama Bapak Muh Haris dengan torehan sederet prestasi yang telah didapatkan.

“ Yang paling berkesan selama menjadi Wali Kota adalah terciptanya toleransi di masyarakat kota Salatiga. Hal ini yang harus kita jaga terus, harus dipertahankan karena sudah mendarah daging dan membumi di Salatiga. Sehingga akan menciptakan kehidupan yang harmonis, “jelas Wali Kota.

Dalam hal kuliner, Wali Kota sangat menyukai makanan dan minuman khas Kota Salatiga. Menurutnya, kuliner disini sudah sangat enak.

“Kalau di tanya makanan, yang saya suka adalah sambel tumpang koyor, empal, soto, mie ayam. Kalau minuman, saya selalu mengkonsumsi kopi tanpa gula dan jeruk hangat tanpa gula,” ujarnya.

Menutup NGOPI, Wali Kota menambahkan bahwa keberhasilannya membawa Salatiga sampai sejauh ini adalah berkat dukungan semua pihak antara pemerintah, stakeholder, masyarakat yang bahu membahu dalam membangun kota.

”Ini adalah kolaborasi, mengajak seluruh masyarakat dan semua unsur untuk terus berpartisipasi dalam membangun kota karena membangun itu adalah hasil kerja bersama,” pungkasnya. ( rief )

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani