KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Prokompim Salatiga Luncurkan Ngobrol Pagi, Yuliyanto Ajak Masyarakat Vaksin Booster

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Salatiga meluncurkan program baru NGOPI, alias Ngobrol Pagi. Dalam acara ini menyajikan dialog interaktif dengan gaya santai, informatif dan penuh inspirasi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Agus Dwi Budiono, S.Sos bertindak sebagai host, dengan menghadirkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto SE., MM sebagai guest star.

Yuliyanto menjelaskan perihal pelaksanaan vaksin booster, dimana masyarakat diharapkan bisa mengikuti vaksin ketiga ini dengan tertib dan baik. Karena dengan mengikutinya, masyarakat akan semakin sehat dan produktif.

“ Mari menjaga kesehatan bersama, agar masyarakat semakin sadar menjaga protokol kesehatannya. Ayo warga salatiga untuk ikut vaksin booster, semoga imun tubuh kita semakin sehat dan kuat sehingga Salatiga hebat, masyarakat semakin produktif,” ungkap Wali Kota

Saat ditanya soal menjaga kesehatan, Wali Kota mengungkapkan bahwa dirinya selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya dengan rutin berolahraga.

“ Ini masalah mengatur waktu. Kapan harus berkegiatan dinas, kapan harus melayani masyarakat, kapan harus berinteraksi dengan keluarga dan kapan harus berolahraga. Semua harus diatur dengan berinteraksi secara baik,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menjelaskan suka dukanya menjadi Wali Kota Salatiga bersama Bapak Muh Haris dengan torehan sederet prestasi yang telah didapatkan.

“ Yang paling berkesan selama menjadi Wali Kota adalah terciptanya toleransi di masyarakat kota Salatiga. Hal ini yang harus kita jaga terus, harus dipertahankan karena sudah mendarah daging dan membumi di Salatiga. Sehingga akan menciptakan kehidupan yang harmonis, “jelas Wali Kota.

Dalam hal kuliner, Wali Kota sangat menyukai makanan dan minuman khas Kota Salatiga. Menurutnya, kuliner disini sudah sangat enak.

“Kalau di tanya makanan, yang saya suka adalah sambel tumpang koyor, empal, soto, mie ayam. Kalau minuman, saya selalu mengkonsumsi kopi tanpa gula dan jeruk hangat tanpa gula,” ujarnya.

Menutup NGOPI, Wali Kota menambahkan bahwa keberhasilannya membawa Salatiga sampai sejauh ini adalah berkat dukungan semua pihak antara pemerintah, stakeholder, masyarakat yang bahu membahu dalam membangun kota.

”Ini adalah kolaborasi, mengajak seluruh masyarakat dan semua unsur untuk terus berpartisipasi dalam membangun kota karena membangun itu adalah hasil kerja bersama,” pungkasnya. ( rief )

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
Sebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini.
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu Salatiga
[pekok2]