RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PSISa Kalahkan Persika 1-0, Joko Prasetyo Langsung Berikan Bonus

PSISa Kalahkan Persika 1-0, Joko Prasetyo Langsung Berikan Bonus

PSISa Kalahkan Persika 1-0, Joko Prasetyo Langsung Berikan Bonus

Team PSISa Salatiga menjaga asa lolos ke semifinal Liga 3 Regional Jawa Tengah. Dalam partai lanjutan Grup F yang digelar di Stadion Bhumi Pala Temanggung Kamis (2/11/2021), PSISa mengalahkan Persika Karanganyar 1-0.

Gol tunggal kemenangan Laskar Ganesha dicetak pemain sayap Anggi Rio di menit ke-60. Rio memanfaatkan bola rebound heading Faisal Bayu yang mental setelah mengenai tiang gawang. Bola rendah tersebut langsung disambut Rio dengan kepalanya dan masuk ke gawang lawan.

PSISa Salatiga sejatinya menguasai permainan. Dengan mengandalkan pemain tengah Ardiyanto, Zicho, Henry yang disokong pemain sayap Rio dan Faisal, mereka mengepung pertahanan Persika. Pergerakan striker Wisnu juga menyulitkan para pemain lawan.

Sementara lini belakang Aditya, Slamet, Yusefto, Rio memberi rasa aman untuk penjaga gawang Luthfi. Hampir tak ada serangan ke lini pertahanan Salatiga. Namun, tak ada gol di babak pertama ini. Peluang Henry, Wisnu, dan Faisal berhasil dimentahkan penjaga gawang Karanganyar.

Memasuki babak kedua, pelatih PSISa Salatiga Andreas Tri Widagdo menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih bermain agresif. Hasilnya, Rio berhasil mencetak gol untuk mengamankan peluang lolos PSISa.
Setelah gol tersebut, Persika mencoba memborbadir pertahanan Salatiga, namun hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada lagi gol tercipta.

Menanggapi hasil tersebut, Andreas merasa bersyukur karena ada sembilan peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol. “Lagi-lagi keberuntungan untuk mencetak gol belum berpihak, tapi kemenangan ini menjadi motivasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa PSISa Salatiga saat ini sudah kepalang tanggung, sehingga tetap menargetkan kemenangan untuk dua pertandingan sisa. “Lawan selanjutnya adalah Persak Kebumen dan PSIR Rembang, kita tetap incar poin penuh,” kata Andreas.

Atas kemenangan atas Persika Karanganyar tersebut, Sports Director PSISa Salatiga Joko Prasetyo langsung mengguyur skuad Laskar Ganesha dengan bonus uang tunai yang diserahkan di ruang ganti pemain. “Ini hanya sebagai motivasi untuk pemain agar terus bersemangat meraih prestasi PSISa Salatiga. Tim ini membutuhkan kepedulian kita bersama apalagi ini adalah momentum kebangkitan PSISa setelah sempat vakum dari kompetisi,” ujarnya.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani