KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PSSI Jateng Nilai Stadion Jatidiri Semarang Belum Layak Gelar Kompetisi Resmi

PSSI Jateng Nilai Stadion Jatidiri Semarang Belum Layak Gelar Kompetisi Resmi

PSSI Jateng Nilai Stadion Jatidiri Semarang Belum Layak Gelar Kompetisi Resmi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (mengenakan helm bersepeda) saat mendampingi sejumlah pengurus Asprov PSSI Jawa Tengah meninjau berbagai fasilitas Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (8/1).

RASIKAFM – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Tengah menilai Stadion Jatidiri, Kota Semarang, yang saat ini proses pembangunannya telah mencapai 80 persen, belum layak untuk menggelar kompetisi-kompetisi resmi.

Ketua Asprov PSSI Jateng Edi Sayudi mengatakan, meski baru selesai dibangun 80 persen, tapi secara keseluruhan baik stadion, kondisi rumput yang ada, stadion Jatidiri bisa digunakan untuk latihan, termasuk atletik. Namun jika untuk kompetisi resmi, ini belum layak karena masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki.

Selain pembangunan belum selesai 100 persen, untuk menggunakan stadion sebagai arena pertandingan resmi harus memiliki syarat-syarat tertentu, di antaranya ada verifikasi dari instansi terkait. Stadion Jatidiri diharapkan bertaraf internasional sehingga jika digunakan untuk event resmi harus ada verifikasi dari PSSI Pusat atau FIFA dan lainnya.

Edi mengungkapkan sudah melaporkan hasil pengecekan langsung Stadion Jatidri itu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng Rachmadi.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]