URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan bangkai kambing ditemukan di aliran Kali Serang, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (21/6/2022). Bangkai-bangkai tersebut diketahui oleh warga setempat yang melintas di atas jembatan Kali Serang. Saat ditemukan, kondisi bangkai yang sebagian besar telah kembung pada bagian perutnya tersangkut di antara bebatuan sungai.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Bangkai Kambing Ditemukan di Aliran Kali Serang Susukan, Indikasi PMK?

Puluhan Bangkai Kambing Ditemukan di Aliran Kali Serang Susukan, Indikasi PMK?

Puluhan Bangkai Kambing Ditemukan di Aliran Kali Serang Susukan, Indikasi PMK?

featured-img

UNGARAN – Puluhan bangkai kambing ditemukan di aliran Kali Serang, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (21/6/2022). Bangkai-bangkai tersebut diketahui oleh warga setempat yang melintas di atas jembatan Kali Serang. Saat ditemukan, kondisi bangkai yang sebagian besar telah kembung pada bagian perutnya tersangkut di antara bebatuan sungai.

Kepala Desa Susukan Joni Anwar mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala Dusun setempat perihal penemuan bangkai kambing tersebut. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya segera menghubungi Polsek dan Koramil Susukan serta Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Susukan untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Info awal yang kami terima jumlahnya ada 50 ekor, semuanya bangkai kambing,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

Petugas yang terjun ke lokasi segera melakukan upaya penyisiran dibantu warga. Sebab diduga masih banyak bangkai yang belum ditemukan karena terbawa arus sungai.

“Jumlahnya kemungkinan masih banyak, ini masih dilakukan penyisiran hingga ke hilir sungai,” terangnya.

Mengenai asal muasal bangkai kambing tersebut, menurut Joni berasal dari luar Desa Susukan mengingat peternak di wilayahnya adalah peternak dengan skala kecil. Apalagi wilayahnya juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali. Ditambah, ada warga yang menyebutkan melihat sebuah kendaraan jenis truk yang parkir di atas jembatan pada Senin (20/6/2022) malam.

“Kami belum tahu pasti apakah truk itu mengangkut bangkai kambing lalu dibuang ke sungai atau tidak. Masih dilakukan penelusuran oleh pihak berwajib,” ungkapnya.

Terkait indikasi PMK pada bangkai kambing, pihaknya belum bisa memastikan sebab masih menunggu penyisiran, evakuasi dan pengecekan selesai.

“Ini kami masih kesulitan evakuasi, karena jumlahnya banyak dan posisinya tersebar. Setelah rampung, baru kita cek apakah indikasi PMK dan sebagainya,” imbuhnya.

Joni mengimbau bagi warga yang memiliki hewan ternak untuk selalu berkoordinasi dengan Satgas PMK setempat. Jika mengetahui ada hewan yang memiliki gejala klinis, harus segera melapor agar segera mendapat tindakan.

“Sehingga bisa ditangani dan mendapatkan pengobatan. Jika terpaksa ada hewan yang mati, jangan dibuang ke sungai,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved