KABAR RASIKA

Puluhan Hewan Kurban Baru Disembelih, MAJT Siapkan 2.450 Paket Daging Untuk Dibagikan

Puluhan Hewan Kurban Baru Disembelih, MAJT Siapkan 2.450 Paket Daging Untuk Dibagikan

Puluhan Hewan Kurban Baru Disembelih, MAJT Siapkan 2.450 Paket Daging Untuk Dibagikan

Moment Idul Adha, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menyiapkan ribuan paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

SEMARANG – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang berlokasi di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang melaksanakan penyembelihan belasan hewan kurban pada Senin (11/7/2022).

Terdapat ada 11 ekor sapi dan 25 ekor kambing termasuk hewan kurban milik Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang baru dilakukan penyembelihan. Dalam moment Idul Adha ini, MAJT menyiapkan sebanyak ribuan paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

Ketua Panitia Idul Adha 1443 H MAJT, Nur Khoirin mengatakan, pemotongan hewan kurban di MAJT kali ini pohaknya bakal mendistribusikan paket daging hewan kurban sebanyak 2.450.

“Sebanyak 2.450 paket daging kurban, akan distribusikan ke pengurus kyai tokoh di Semarang, pengurus MAJT, pegawai, masyarakat lingkungan terdekat dan lembaga-lembaga yang mengajukan,” ujarnya.

Disisi lain, dia memastikan bahwa hewan kurban yang diamanahkan untuk dikurbankan di masjidnya ini sudah diperiksa kesehatanna oleh Dinas Peternakan Kota Semarang sebelum hari perayaan Idul Adha. Pihaknya pun juga sudah menyediakan tempat pembuangan khusus untuk limbah atau sisi kotoran saat proses penyembelihan hewan kurban.

“Kesehatan hewan sejak kemarin sudah diperiksa dari Dinas Peternakan. MAJT sudah menyiapkan permanen lubang seperti septitank untuk darah dan kotoran jeroan. Setelah selesai, langsung disedot oleh mobil Tanki dan dibuang ke luar. Kemudian, disemprot dan dibersihkan, terangnya.

Sementara itu, ia menjelasan alasan pihak MAJT melakukan penyembelihan hari ini lantaran padatnya jadwal darj tukang jagal kurban dan pemotongan hewan. Tak hanya itu, panitia MAJT juga membantu pemotongan kurban di tempat tinggalnya masing-masing.

“Baru dilaksanakan karena hampir semua panitia MAJT juga panitia di masjid kampung masing-masing. Sehingga berbagai waktu. Kedua, tukang jagalnya jadwalnya penuh dan bisa gantian. Pemotongan ini dilakukan oleh jagal profesional, ada tim sapi dan tim kambing,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px