URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rutan Salatiga menggelar khatam Al-Qur'an dan dzikir bersama dalam program "Ngaos Al Quran" sebagai inovasi ibadah selama bulan Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh 110 warga binaan serta petugas rutan, bertempat di Rumah Tahanan Negara Salatiga pada Rabu (5/3/2025).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Ngaos Al Quran Ramadan Ceria

Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Ngaos Al Quran Ramadan Ceria

Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Ngaos Al Quran Ramadan Ceria

Warga binaan saat ikuti Program Ngaos Al Quran, Ramadan Ceria foto Arief Rasika
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga menggelar khatam Al-Qur’an dan dzikir bersama yang dibalut dalam rangkaian program “Ngaos Al Quran” sebuah inovasi ibadah selama bulan suci Ramadan.

“Selama bulan Ramadan, Rutan Salatiga menggelar berbagai macam kegiatan ibadah, salah satunya Ngaos Al Quran pada hari ini, Alhamdulillah terlaksana tiga kali khatam bersama warga binaan dan para petugas,” ujar Redy Agian selaku Kepala Rutan Salatiga. rabu (05/03).

Redy Agian mengungkapkan kegiatan ini bertujuan bagi seluruh anak-anak kami, para santriwan santriwati di Rutan Salatiga mampu membaca dan menghafal dengan metode Ngaos Al Quran dan insyaallah menjadi bekal dan bermanfaat bagi mereka.

“Di bulan penuh berkah ini juga sebagai pengingat kehidupan yang kami harapkan memberikan manfaat dan tentunya dengan diberikan landasan keimanan dan agama dapat meminimalisir pengulangan tindak pidana,” lanjutnya.

Hal senada dijelaskan koordinator kegiatan Bulan Ramadan, Ruwiyanto yang juga kasubsi pelayanan tahanan menjelaskan pada kegiatan ini sekaligus dilakukan dzikir dan sholawat bersama sebagai wujud meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terlebih di bulan suci Ramadan.

“Selama Ramadan berbagai macam kegiatan kami selenggarakan, seperti sholat Tarawih, tadarus dan pada kegiatan Ngaos Al Quran kali ini ada 110 warga binaan yang mengikuti,” ucapnya.

Program Ngaos Al Quran secara langsung dibimbing oleh Ustadz Nahrawi Parjono yang juga selaku petugas pengampu pembinaan.

Sementara itu salah satu peserta kegiatan Nurkamim (40) mengaku terharu dengan program Ramadan di Rutan Salatiga.

“Dibilang sedih pasti sedih, kami menjalani Ramadan di Rutan, tetapi dengan program Ngaos Al Quran, Khatam bersama menjadi penguat bagi kami untuk menjadi pribadi yang taat beragama,” ungkapnya.

Nurkamim melanjutkan dengan adanya program pembinaan menjadi lebih tenang terlebih menjalani ibadah di bulan Ramadan.

“Saya memang sebelumnya sudah bisa membaca Al Quran, tetapi dengan program Ngaos Al Quran ini kami jadi bisa lebih lancar dan mendalami. Tentunya kami disini berharap dengan belajar agama bisa menjadi lebih istiqomah dan membaca Al Quran membuat hati lebih tenang,” pungkasnya.

Transformasi Rutan Salatiga dalam memberikan bekal dan pondasi agama kepada para Warga Binaan sesuai dengan program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi dalam rangka mengentaskan warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas.

Redy Agian saat berikan keterangan media

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan