URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Semarang aktif mengajak masyarakat untuk memupuk semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme sebagai benteng pertahanan menghadapi potensi ancaman dan gangguan terhadap keutuhan NKRI. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kerjasama dengan Human Resources Business Partner (HRBP) untuk mengumpulkan bendera merah putih yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rangkul Pengusaha, Bakesbangpol Kabupaten Semarang Semai Jiwa Nasionalisme

Rangkul Pengusaha, Bakesbangpol Kabupaten Semarang Semai Jiwa Nasionalisme

Rangkul Pengusaha, Bakesbangpol Kabupaten Semarang Semai Jiwa Nasionalisme

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Semarang terus mengajak masyarakat untuk senantiasa menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme. Hal itu sebagai benteng pertahanan dari potensi ancaman dan gangguan terhadap keutuhan NKRI.

Salah satu upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme tersebut adalah dengan mengajak kalangan pengusaha di Kabupaten Semarang melalui Human Resources Business Partner (HRBP) untuk menghimpun bendera merah putih yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Dijelaskan oleh Plt Kepala Bakesbangpol Kabupaten Semarang Petrus Triyono, ini merupakan program dari pemerintah pusat dengan target 10 juta bendera merah putih. Jumlah itu kemudian ‘dibreakdown’ ke seluruh pemkab dan pemkot, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingkat kecamatan, organisasi massa, organisasi politik, dan swasta (perusahaan).

“Kita harapkan semua bisa partisipasi. Target di kami 5.000 bendera dan sekarang sudah terkumpul 1.186 lembar. Masih ada waktu, mudah-mudahan bisa terpenuhi saat HUT kemerdekaan nanti,” ujarnya usai penyerahan bendera merah putih dari HRBP Kabupaten Semarang di Kantor Bakesbangpol setempat, Kamis (6/7/2023).

Dijelaskan Petrus, rasa nasionalisme dan jiwa kebangsaan di masyarakat dewasa ini masih kurang. Salah satu faktor yang menggerusnya adalah pengaruh globalisasi. Tak terkecuali di lingkungan perusahaan, masih cukup banyak yang kurang menyadari pentingnya nilai-nilai pancasila.

“Melalui kegiatan ini, harapan kami jiwa patriotisme ini tumbuh. Sehingga hal-hal yang kita khawatirkan itu tadi bisa dieliminasi,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Semarang Alexander Gunawan menuturkan setiap elemen masyarakat diharapkan bisa meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa bela negara.

“Terutama pada momen HUT kemerdekaan RI, sehingga program pengumpulan bendera merah putih ini sangat tepat. Harapannya bisa memantik semangat patriotisme warga Kabupaten Semarang,” bebernya.

Sementara Ketua HRBP Kabupaten Semarang Arif Prabowo menjelaskan terdapat lebih dari 700 perusahaan di Bumi Serasi. Disadarinya, rasa nasionalisme di lingkungan perusahaan tak jauh beda dengan yang ada di masyarakat pada umumnya.

“Cukup memprihatinkan, sehingga kami tergerak untuk mendukung program ini. Kami berharap, jiwa pancasila dan kebangsaan di kalangan pengusaha dan karyawan bisa tumbuh,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan