URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lubang-lubang di Jalan Gatot Soebroto Ungaran meresahkan pengendara karena membahayakan terutama saat malam dan hujan. Satlantas Polres Semarang dan BBPJN Jateng-DIY melakukan penambalan darurat pada Rabu (19/11/2025) untuk mencegah kecelakaan. Total 12 titik ditangani, sementara perbaikan permanen dijadwalkan pada 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran Penuh Lubang, Satlantas Polres Semarang dan BBPJN Jateng-DIY Gercep Penambalan Darurat

Ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran Penuh Lubang, Satlantas Polres Semarang dan BBPJN Jateng-DIY Gercep Penambalan Darurat

Ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran Penuh Lubang, Satlantas Polres Semarang dan BBPJN Jateng-DIY Gercep Penambalan Darurat

Sejumlah titik lubang di ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran ditambal sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, Rabu (19/22/2025). Foto: win
Sejumlah titik lubang di ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran ditambal sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, Rabu (19/22/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi sejumlah titik lubang di Ruas Jalan Gatot Soebroto Ungaran, Kabupaten Semarang, tepatnya di sekitar Markas Kompi C Yonzipur 4, mulai meresahkan pengguna jalan. Lubang dengan ukuran cukup dalam dan lebar terlihat di jalur nasional arah Ungaran–Semarang, sehingga membahayakan pengendara, terutama sepeda motor. Risiko semakin meningkat pada malam hari dan saat cuaca hujan karena lubang tidak terlihat jelas.

Kondisi tersebut memicu respons cepat dari Satlantas Polres Semarang bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY yang langsung melakukan penambalan darurat pada Rabu (19/11/2025). Langkah ini diambil sebagai upaya awal untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Semarang, Ipda Yulius Dimas, mengatakan pihaknya bersama petugas jalan nasional melakukan monitoring sekaligus mendampingi proses penambalan. Menurutnya,

“Terdapat sekitar 12 titik lubang yang ditangani di sepanjang empat kilometer, mulai dari Simpang Empat Assalamah hingga batas Kota Ungaran–Semarang atau kawasan Taman Serasi,” ujarnya.

Menurut Yulius, kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas mengingat musim penghujan sudah tiba dan banyak lubang di jalan. Ditambah lagi, saat ini sedang pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Candi 2025.

“Lubang-lubang ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama pada malam hari. Fokus kami melakukan tindakan pencegahan untuk menekan angka fatalitas,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas PPK 3.3 BBPJN Jateng-DIY, Teguh Budi Harsono, menjelaskan bahwa penanganan lubang yang dilakukan saat ini merupakan langkah sementara.

“Pemeliharaan jalan ini akan dilaksanakan sampai akhir 2025. Nantinya pada 2026 akan dilanjutkan dengan penanganan permanen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wilayah penanganan PPK 3.3 mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, hingga sebagian Kabupaten Magelang, sehingga kebutuhan pemeliharaan cukup besar. Dengan intensitas hujan dan ancaman bencana seperti banjir serta longsor, tim BBPJN harus bekerja maksimal di berbagai titik rawan.

“Tim kami all out karena kondisi sekarang rawan banjir, longsor, dan jalan berlubang. Penambalan ini sifatnya sementara sambil menunggu anggaran penanganan tahun 2026. Nanti akan ada pekerjaan permanen yang sifatnya serempak, meskipun tersebar di spot-spot tertentu,” paparnya.

Ia berharap proses perbaikan permanen pada 2026 dapat dilakukan secara serentak di beberapa wilayah termasuk sebagian kecil Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Dengan demikian, kondisi jalan nasional terutama di wilayah Jateng-DIY dapat lebih aman dan nyaman dilalui.

“Harapan kami upaya ini mampu mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan perlindungan bagi para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur vital tersebut,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon