KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Rutin Jalan Kaki 2 Jam Tiap Pagi, Ganjar: Hari Ini Kita Melawan Osteoporosis

Rutin Jalan Kaki 2 Jam Tiap Pagi, Ganjar: Hari Ini Kita Melawan Osteoporosis

Rutin Jalan Kaki 2 Jam Tiap Pagi, Ganjar: Hari Ini Kita Melawan Osteoporosis

SEMARANG – Satu dari tiga wanita di Jawa Tengah rawan mengalami tulang keropos atau osteoporosis. Gubernur Ganjar Pranowo mendorong gerakan melawan osteoporosis digencarkan lebih masif dan disadari oleh warganya.

Hal itu disampaikan Ganjar usai menghadiri acara pencanangan Gerakan Jawa Tengah Melawan Osteoporosis, di Halaman Gradika Bhakti Praja, Jumat (16/9). Acara tersebut diinisiasi oleh Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi).

“Saya tiap pagi selalu olahraga jalan atau jogging minimal dua jam sehari. Bapak ibu juga pasti bisa, yuk hari ini kita melawan osteoporosis,” katanya dalam sambutan.

Turut hadir pula Ketua Umum Perwatusi Anita Hutagalung, Ketua DPD Perwatusi Jateng dr Bambang Priyanto dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar. Ganjar mengatakan sampai hari ini banyak menerima keluhan masalah kesehatan padanya.

“Kalau kemudian masing-masing dari komunitas itu peduli, ada gerakannya, terus kemudian mengajak kekuatan-kekuatan masyarakat seperti jumat pagi hari ini, itu menurut saya bagian dari effort yang luar biasa,” katanya.

Antusiasme masyarakat yang terlihat dalam acara tersebut membuat Mantan anggota DPR RI itu optimistis. Ke depan akan makin banyak orang yang sadar pada kesehatannya, tak hanya orang lanjut usia tapi juga anak muda.

“Hari ini ada banyak anak muda, mereka yang sudah senior, dateng tumplek blek untuk merawat kesehatan tulangnya. Jadi mereka berusaha untuk bergerak bagaimana melawan osteoporosis,” tegasnya.

Ketua DPD Perwatusi Jateng, dr Bambang Priyanto mengatakan saat ini setidaknya satu dari tiga wanita di Jawa Tengah rawan terjangkit osteoporosis. Acara ini, lanjut Bambang, mengedepankan edukasi pencegahan dan bagaimana melawan osteoporosis.

“Olahraga yang baik, yang terukur dan teratur seperti yang dicontohkan pak Ganjar tadi. Untuk yang kawula muda biasanya olahraganya basket. Jadi ada beberapa mineral yang ada di dalam tulangnya itu akan tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Ketum Perwatusi Anita Hutagalung melihat antusias warga Jawa Tengah khususnya di Semarang yang sadar akan osteoporosis sangat tinggi. Anita juga senang karena banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan ini.

“Luar biasa, kita lihat sekarang ini, kemarin juga kita baru turun lagi instruktur dari pusat yang memberikan pengarahan, tadi luar biasa. Dengan cepat, dengan apa yang insyaaAllah acara seperti ini dapat bergerak,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]