URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 705 orang resmi dilantik menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/ kelurahan untuk Pemilu 2024 Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sah! 705 PPS Pemilu 2024 Kabupaten Semarang Resmi Dilantik

Sah! 705 PPS Pemilu 2024 Kabupaten Semarang Resmi Dilantik

Sah! 705 PPS Pemilu 2024 Kabupaten Semarang Resmi Dilantik

featured-img

RASIKAFM.COM|UNGARAN – Sebanyak 705 orang resmi dilantik menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/ kelurahan untuk Pemilu 2024 Kabupaten Semarang. Mereka dilantik secara langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi, disaksikan jajaran Bawaslu dan Forkopimda Kabupaten Semarang dalam acara Pelantikan, Pengambilan Sumpah/ Janji dan Pembekalan PPS se-Kabupaten Semarang pada Pemilu 2024 di Abimantrana Ballroom The Wujil Resort and Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (23/1/2023).

Dalam sambutannya Maskup menyampaikan, pelantikan PPS ini dilakukan serentak oleh jajaran KPU se-Indonesia. Di kabupaten Semarang berjumlah 705 orang yang tersebar di 235 desa/ kelurahan.

“Masing-masing desa/ kelurahan ada 3 orang yang dilantik. Hari ini ada 2 yang berhalangan hadir karena sakit, sehingga pelantikan dilaksanakan secara daring,” ungkapnya.

Dijelaskan Maskup, setelah dilantik PPS segera akan membentuk sekretariat PPS yang terdiri dari 3 orang. Kemudian, sekretariat yang telah dibentuk itu akan disampaikan kepada KPU melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“KPU selanjutnya akan menyampaikan permohonan ke kepala desa atau lurah agar PPS dijadikan supporting system Pemilu di tingkat desa/ kelurahan,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya, PPS segera mengumumkan pembentukan Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih). Sesuai namanya, mereka akan bertugas memutakhirkan daftar pemilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Di Kabupaten Semarang telah dialokasikan sebanyak 3.386 TPS reguler. Sedangkan di Lapas Ambarawa, disediakan 2 TPS khusus.

“Kenapa di Lapas Ambarawa kita sediakan 2 TPS, karena jumlah warga binaan hingga pelaksanaan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 ada 400 orang. Sedangkan 1 TPS maksimal 300 pemilih, sehingga kita alokasikan 2 TPS,” terangnya.

Pantarlih yang telah terbentuk, lanjut Maskup, akan mulai melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) pada 15 Februari 2023, di mana setiap TPS dikawal oleh 1 petugas. Oleh karena itu, Pantarlih membutuhkan masukan dari masyarakat agar daftar pemilih yang disusun menjadi berkualitas dan tidak ada yang tercecer.

“Tentu hari ini forkopimda kita hadirkan juga, tujuannya ayo disengkuyung bersama untuk menekan kekeliruan dalam penyusunan daftar pemilih,” jelasnya.

Maskup menambahkan, PPS juga diberikan pembekalan sebelum bertugas. Terutama materi yang berkenaan dengan integritas dan profesionalitas. Hal itu menjadi nilai dasar yang harus dikuasai oleh PPS.

“Kemudian berkaitan dengan tugas, dalam waktu dekat mereka harus paham melakukan apa hingga 15 bulan ke depan sebelum dilakukan evaluasi pada bulan April 2024 sebagai bahan pertimbangan apakah dapat melanjutkan tugasnya kembali pada Pilkada Kabupaten Semarang di bulan November 2024,” bebernya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang turut hadir dalam pelantikan ini berpesan agar PPS yang terpilih dapat melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya bekerja normatif sesuai koridor dan berjalan sesuai alurnya.

“Sehingga tercipta Pemilu yang lancar, tidak ada masalah, sukses tanpa ekses,” urainya.

Kemudian, pesan yang kedua, Ngesti mengingatkan PPS untuk memberikan sosialisasi dengan baik kepada masyarakat terkait tahapan Pemilu, terutama petugas Pantarlih dalam menyusun daftar pemilih setiap TPS.

“Kunci suksesnya Pemilu ya di sini, baru tahapan yang lainnya. Saya berharap dengan adanya dukungan forkopimda, KPU, Bawaslu, seluruh tahapan berjalan lancar hingga pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan