KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Saksi Lain Ceritakan Aksi Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Ada yang Lagi Tidur Ditusuk

Saksi Lain Ceritakan Aksi Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Ada yang Lagi Tidur Ditusuk

Saksi Lain Ceritakan Aksi Penyerangan di Pasar Dargo Semarang: Ada yang Lagi Tidur Ditusuk

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Gerombolan pemuda melakukan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam di sekitar Pasar Dargo Jalan Dr Cipto, Kecamatan Semarang Timur pada Minggu (22/1/2023) dini hari. Lima orang mengalami luka bacok akibat peristiwa itu.

Salah satu saksi, Satria seorang pekerja di kawasan tersebut mengatakan dirinya tiba-tiba melihat banyak orang yang membawa senjata tajam dan membuat kerusuhan secara membabi buta. Tempat karaoke yang berada di lokasi tersebut juga menjadi sasaran para pelaku.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Ada yang masuk ke room karaoke depan juga. Ada yang lagi tidur terus ditusuk-tusuk perutnya. Mereka (para penyerang) gaada target,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (23/1/2023) sore.

Seorang tamu karaoke juga mengalami luka bacok akibat sabetan senjata tajam. Kini korban dibawa ke RSUP Kariadi untuk penanganan medis.

“Tamu karaoke ada yang kena tangannya dibacok. Karena luka parah dibawa ke Panti Wilasa tidak bisa menangani akhirnya dibawa ke RSUP Kariadi,” paparnya.

Dirinya memastikan kejadian ini bukan karena kerusuhan yang dilakukan oleh warga maupun pengunjung karaoke. Ia mengatakan, penyerangan oleh gerombolan remaja dilakukan sebanyak tiga kali.

“Disini aktivitas biasa, kondusif. Terus tau-tau dateng langsung nyerang. Yang diserang pun gak kenal yang nyerang kok,” bebernya.

“Kejadian pembacokan pertama pergi, pembacokan kedua pergi polisi datang. Lalu polisi pergi penyerangan dateng ketiga kali tapi tidak ada korban,” lanjutnya.

Dirinya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Peristiwa kekerasan ini membuat warga yang beraktivitas di wilayah Pasar Dargo ketakutan.

“Disini meskipun ada dunia malam kan tetap kondusif. Kita memang pingennya selalu tenang dan aman,” katanya.

Sebelmnya, salah satu korban, Gunawan Wibisono menjelaskan, kejadian itu terjadi ketika dirinya sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya. Kemudian, datang gerombolan remaja dari arah tempat karaoke dengan membawa senjata tajam jenis clurit menyerang dirinya dan teman-temannya.

“Datang langsung nyerang, ada lima korban bacok. Saya posisi duduk ditengah, lagi enak gitaran dibacok kena lengan tangan kanan,” tuturnya.

Menurutnya, umur remaja yang melakukan ini berkisar antara 20 tahunan. Dirinya dan teman-temannya saat membabi buta langsung menyelamatkan diri agar tidak mengalami luka yang fatal.

“Pokoknya lebih dari 10 orang bawa senjata tajam. Pas nyerang ya sambil teriak-teriak gitu sambil ngancem-ngancem,” tuturnya.

Korban lainnya, Dodik Prasetyo menambahkan, akibat luka bacok yang didapat, dirinya harus dijahit 17 jahitan. Ia juga mengaku saat dibacok dirinya sedang asyik bernyanyi sambil gitaran.

“Saya pas nengok langsung dibacok. Kena punggung dan perut kanan total 17 jahitan. Yang dipunggung hampir tembus ke paru-paru luka bacoknya,” paparnya.

Sedangkan saksi mata, Junaidi menerangkan, kejadian bermula ketika para korban sedang nongkrong di dekat lokasi kejadian. Saat berkumpul, para korban berpapasan dengan para pelaku yang membawa senjata tajam.

Karena meresahkan, kemudian para korban pindah lokasi nongkrong namun malah dikejar oleh para pelaku. “Korban lari semua tapi ada yang kena bacok lima orang. Yang parah dua orang,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
[pekok2]