URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seni pertunjukan ekstrem terus berkembang. Salah satunya yang disebut body suspension yang dipertontokan dalam Salatiga Art Fest yang diselenggarakan di Gedung Tenis Indoor Kota Salatiga

Mbak Google

KABAR RASIKA

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

featured-img

Seni pertunjukan ekstrem terus berkembang. Salah satunya yang disebut body suspension yang dipertontokan dalam Salatiga Art Fest yang diselenggarakan di Gedung Tenis Indoor Kota Salatiga, belum lama ini.

Pertunjukan body suspension biasa dilakukan sepaket dengan kontes tato.
“Body suspension adalah salah satu dari banyaknya perform art yg dilakukan dengan cara ekstrim, dengan cara digantung menggunakan tali yang sebelumnya ditusukan atau piercing menggunakan jarum di bagian tertentu untuk pengait antara tubuh dengan tali,” kata Bagus Raga Sukma dari Rajah Kalimi Tattoo.

Raga mengatakan body suspension tidak bisa dilakukan sembarang. “Ada aturannya, untuk keamanan harus dilakukan oleh profesional dan dari segi medis harus dilakukan dgn cara yang steril, seperti jarum sekali pakai, serta menggunakan hand gloves saat penusukan jarum,” paparnya.

Di ajang Salatiga Art Fest, body suspension dilakukan komunitas Sriganos Familia dari Blitar. Body suspension sendiri terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Chest (pengait di dada), Coma (pengait di dada, batang tubuh, dan kaki) sehingga orang yang melakukan ini seperti berbaring di atas menghadap ke atas.

Selanjutnya, Knee yakni pengait ditempatkan di lutut dan posisi ini digantung dengan kepala di bagian bawah dekat dengan tanah. “Ada juga Suicide yang pengait tempatkan di punggung bagian atas,” jelas Raga.

Raga menegaskan bahwa body suspension murni pertunjukan untuk memeriahkan acara. “Ini memang diperuntukkan untuk penggemar pertunjukan ekstrem, baik pemainnya atau penontonnya. Untuk menaikan adrenalin agar acara semakin meriah,” tegasnya.

Menurutnya, Salatiga Art Fest bertujuan mengenalkan seni tato kepada masyarakat dan mengubah pandangan buruk tentang tato. “Tato adalah seni, ini juga budaya Indonesia, sehingga jangan ada stigma terhadap pemilik tato,” kata Raga.

Pengunjung Salatiga Art Fest, Bima mengatakan body suspension adalah pertunjukan yang ditunggunya. “Selama ini kan hanya melihat dari media sosial, sekarang bisa langsung dan ternyata memang bagus. Meski terkesan mengerikan, tapi aman karena dipersiapkan dengan baik,” terangnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara