KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

Salatiga Art Fest Hadirkan Seni Kontes Tato di Salatiga

Seni pertunjukan ekstrem terus berkembang. Salah satunya yang disebut body suspension yang dipertontokan dalam Salatiga Art Fest yang diselenggarakan di Gedung Tenis Indoor Kota Salatiga, belum lama ini.

Pertunjukan body suspension biasa dilakukan sepaket dengan kontes tato.
“Body suspension adalah salah satu dari banyaknya perform art yg dilakukan dengan cara ekstrim, dengan cara digantung menggunakan tali yang sebelumnya ditusukan atau piercing menggunakan jarum di bagian tertentu untuk pengait antara tubuh dengan tali,” kata Bagus Raga Sukma dari Rajah Kalimi Tattoo.

Raga mengatakan body suspension tidak bisa dilakukan sembarang. “Ada aturannya, untuk keamanan harus dilakukan oleh profesional dan dari segi medis harus dilakukan dgn cara yang steril, seperti jarum sekali pakai, serta menggunakan hand gloves saat penusukan jarum,” paparnya.

Di ajang Salatiga Art Fest, body suspension dilakukan komunitas Sriganos Familia dari Blitar. Body suspension sendiri terdiri dari berbagai jenis, di antaranya Chest (pengait di dada), Coma (pengait di dada, batang tubuh, dan kaki) sehingga orang yang melakukan ini seperti berbaring di atas menghadap ke atas.

Selanjutnya, Knee yakni pengait ditempatkan di lutut dan posisi ini digantung dengan kepala di bagian bawah dekat dengan tanah. “Ada juga Suicide yang pengait tempatkan di punggung bagian atas,” jelas Raga.

Raga menegaskan bahwa body suspension murni pertunjukan untuk memeriahkan acara. “Ini memang diperuntukkan untuk penggemar pertunjukan ekstrem, baik pemainnya atau penontonnya. Untuk menaikan adrenalin agar acara semakin meriah,” tegasnya.

Menurutnya, Salatiga Art Fest bertujuan mengenalkan seni tato kepada masyarakat dan mengubah pandangan buruk tentang tato. “Tato adalah seni, ini juga budaya Indonesia, sehingga jangan ada stigma terhadap pemilik tato,” kata Raga.

Pengunjung Salatiga Art Fest, Bima mengatakan body suspension adalah pertunjukan yang ditunggunya. “Selama ini kan hanya melihat dari media sosial, sekarang bisa langsung dan ternyata memang bagus. Meski terkesan mengerikan, tapi aman karena dipersiapkan dengan baik,” terangnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Salatiga mengungkap dugaan perjudian sabung ayam di kawasan Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Minggu (1/11/2026). Polisi mengamankan enam orang, termasuk pria berinisial R (50) yang diduga menyediakan lahan sekaligus memperoleh uang meja dari aktivitas taruhan. Petugas turut menyita uang taruhan, dua ayam jago, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Sediakan Tempat untuk Judi Sabung Ayam, Warga Salatiga Dicokok Polisi
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]